Valentine Dilarang di KaltimBersifat Hura-hura dan Bertolak Belakang dengan Agama
2011-02-11 07:32:28
SAMARINDA, Hari Valentine, budaya barat yang kerab diagung-agungkan seluruh umat di dunia, khususnya anak muda yang selalu diperingati pada 14 Februari. Ternyata, budaya tersebut adalah budaya yang selalu diperingati kemudian dijadikan kebiasaan. Bahkan hal itu sifatnya selalu identik dengan berhura-hura dan ini terbukti bertolak belakang dengan agama. Karenanya, Valentine merupakan hal yang dilarang untuk diperingati, baik orang muda atau yang tua, terutama di Kaltim. “Oleh karena itu, kita selalu mengingatkan dan mengimbau setiap tahunnya bersama mubaliq kita, agar seluruh anak muda atau orang tua selalu ingat dengan yang maha kuasa,” ujar Ketua Umum MUI Kaltim H Hamri Has ketika ditemui kemarin di ruang kerjanya. Apalagi, lanjutnya, berulang-ulang kali para ulama di Kaltim mengingatkan, jika ada seseorang yang terlibat ikut dengan kebiasaan orang lain, maka orang tersebut dihukum dengan masuk kelompok orang lain. “Hal itu berdasarkan hadist yang dianggap shahih oleh para ulama,” tegasnya. Jadi, jika siapa saja yang mengikuti kebiasaan tersebut, apalagi dianggap menyimpang, maka mereka pun berdosa. “Saya tidak berani mengatakan sudah keluar dari ajaran agama. Tapi, jelas itu berdosa lantaran hura-huranya. Kemudian, kebebasan pergaulan, bahkan sampai terlalu jauh bebasnya,” ungkapnya. Oleh karena itu, MUI Kaltim mengimbau, agar peringatan tersebut tidak diperingati. Sebab, tidak jelas asalnya. Apalagi, lanjutnya, pelaksanaannya banyak bersifat hura-hura, tidak bermanfaat, kebebasan yang melanggar aturan beragama. “Jadi, hal itu tidak usah diikuti. Apalagi melakukan pergaulan bebas hingga tengah malam, tentunya ini bertentangan dengan norma agama,” timpalnya. Sebaiknya, lanjut Hamri Has, kaum muda yang kerab merayakan hal itu, khususnya di Kaltim melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga apa yang dihasilkan dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.mar
|