Sudah Lama Ingin Membangun BLK2011-06-25 00:17:12
TANJUNG REDEB, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau Drs Armyn Zulkiflie mengatakan, keinginan Pemkab Berau membangun Balai Latihan Kerja (BLK) itu sudah lama. Hanya saja pada saat itu masih membutuhkan proses pendalaman, karena pembangunan BLK ini harus banyak hal yang harus disiapkan dan yang perlu dipelajari. Karena pembangunan BLK ini tidak seperti membangun gedung kantor dinas, yang biayanya tidak terlalu banyak, berbeda dengan membangun gedung BLK. Semua serba membutuhkan biaya besar, karena sarana prasarana yang disediakan gedung dan untuk praktik cukup besar. ”Nah, ini lah yang kita pikirkan selama ini, sehingga memakan waktu lama. Tapi alhamdulillah ada PT Berau Coal (BC), mereka siap membantu merealisasikan rencana pembangunan BLK,” ungkapnya. BC menyatakan siap membantu membangun gedungnya, sedangkan Pemkab tinggal menyiapkan lahannya. Oleh sebab itu, untuk mewujudlkan rencana pembangunan BLK itu, Pemkab dan BC melakukan kerjasa sama dengan Politeknik Manufaktur Astra (Polma) dan United (UT) School. Memutuskan kerja sama dengan Polma dan UT School? Mantan Kepala Distakot Berau ini mengatakan, dua tempat pendidikan diyakini mampu menerbitkan tenaga – tenaga yang siap terjun di lapangan. Mengingat sistem pendidikan di dua tempat ini cukup menjanjikan dan cukup profesional. Untuk itu ia harapkan siswa Berau yang ingin melanjutkan D3 di dua pendidikan ini dapat lulus dengan baik. ”Doakan saja bulan ini mereka yang minat ikut tes di Balikpapan bisa lulus, jadi mereka mengeyam pendidikan di sini, dan bisa menjadi instruktur di BLK yang dibangun Berau Coal nanti,” harapnya. Sebab kata dia, sistem penerimaan siswa disini cukup ketat, dari Sabang sampai Meraoke, ribuan siswa yang mengikuti tes, sementara yang diterima setiap ajaran barunya hanya puluhan orang. Yang jelas, dengan dibangunnya BLK nanti, Pekab Berau berharap mampu menelurkan tenaga kerja yang mampu memenuhi standar kebutuhan perusahaan, dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Setidaknya, lanjut dia, meski setelah lulus nanti tidak bekerja di perusahaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada, merekrut tenaga lokal, sembari berbagi pengalaman. ”Sebagai putra daerah harus mampu mengelola sumber daya alam yang ada. Masak orang luar terus yang mengelola sumber daya alam kita,” ungkapnya. roz
|