Kondisi Jalan Dr Soetomo Memprihatinkan2011-06-25 00:45:23
SAMARINDA, Sorotan terhadap kerusakan jalan di Kota Samarinda seolah tak ada habisnya. Kerusakan jalan ini sering dikeluhkan masyarakat, karena menjadi biang kemacetan. Seperti halnya kondisi di Jalan Dr Soetomo menuju persimpangan Lembuswana atau tepat di Masjid Al Ma'ruf, Vorvo. Jalan rusak yang menjadi kubangan dan genagan air di sisi kiri ruas jalan tersebut jelas sangat menganggu aktivitas dan kelancaran arus lalu lintas. Apalagi, kepadatan di jalan ini sangat tinggi. Pasalnya, keberadaan lubang di tepi jalan yang persis berada di dekat traffic light itu membuat jalan semakin menyempit. Tanpa adanya lubang, jalan ini memang sudah sangat padat. Namun setelah kondisinya semakin rusak kepadatan makin terasa. Selain kerusakan juga drainase yang ada di Jalan Dr soetomo ini cukup sempit dan dangkal akibatnya air mengenagi badan jalan. Menurut Agung Santoso, supir angkot jurusan Sempaja, kerusakan di jalan tersebut bukan hanya baru saja, tetapi sudah cukup lama dan tidak diperbaiki pihak pemerintah. "Kami sering terjebak macet akibat jalan rusak ini sebab arus lalulintas semakin pelan untuk menghindari lubang tersebut," katanya, Jum'at (11/2), saat berhenti di daerah tersebut. Ia pun mengakui, jika akibat kerusakan tersebut tak sedikit penggunan jalan yang terjatuh. Apalagi, jika sehabis hujan atau terjadi banjir di sekitar kawasan tersebut. Pasalnya, jika demikian, lubang tersebut tak terlihat karena tertutupi air. "Akibatnya banyak masyarakat yang tak mengetahui ada lubang, sehingga saat melintas di atasnya pengendara sering terjatuh. Kebanyakan mereka yang terjatuh adalah pengendara roda dua," ujarnya. Untuk itu, pihaknya sangat berharap agar kondisi ini dapat segera teratasi. Sebab, jika kondisi ini terus terjadi, maka tidak hanya membahayakan terhadap pengguna jalan, tetapi juga berdampak terhadap usaha yang berada di sekitar ruas jalan ini. "Ya jelas kita sangat dirugikan. Kalau jalan di sini belum diperbaiki, masyarakat enggan singgah. Karena takut motornya rusak atau kotor akibat melalui kubangan tersebut," kata Rustam, salah satu pemilik counter. Ditambahkannya bahwa kerusakan pada ruas jalan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kerusakan di ruas jalan ini sempat dilakukan. "Tapi mungkin karena sistem perbaikannya tak maksimal, jadi usianya juga tak bertahan lama," tandasnya.aon
|