Pasca Peresmian SKOI KaltimOlahraga Nomor 1, Akademis tak Tertinggal
2011-06-25 00:41:12
SAMARINDA, Tombol sirine telah ditekan, membuktikan bahwa Sekolah Khusus Olahragawan Bertarap Internasional (SKOI) Kaltim, Senin (31/1) lalu telah resmi dibuka. Meski telah diresmikan, diharapkan SKOI Kaltim dapat menciptakan pelajar atlet yang olahraganya no 1 (satu) tapi prestasi akaedemisnya tidak ketinggalan. Demikian dinyatakan Kadisdik Samarinda Harimurti, ketika ditemui baru-baru ini di Samarinda. Menurutnya, untuk menciptakan bakat prestasi olahraga tentunya manusianya perlu pembinaan langsung di lapangan. Namun demikian, sekolah yang ada saat ini, lanjutnya, adalah konpensional. “Sekarang ini, dengan adanya Sekolah Olahragawan, pertama kita tampung bahwa anak-anak itu belajar dengan baik. Targetnya, olahraga nomor satu, prestasi akademisnya juga tidak boleh ketinggalan,” ujar Harimurti belum lama ini, yang juga merupakan penggagas terbentuknya SKOI Kaltim. Oleh karena itu, pemerintah harus memfasilitasi anak-anak seperti ini. Ternyata, lanjutnya, anak yang ada di SKOI adalah anak dari kelas 1-3. Makanya, kata Harimurti, SKOI Kaltim disebut bukan sekolah olahraga, tapi sekolah olahragawan. “Sebab, yang sekolah di sini adalah atlet-atlet yang berprestasi olahragawan. Berbeda kalau sekolah olahraga dengan sekolah olahragawan. Maka dari itu, saat ini baru ditampung 100 orang. Di mana, yang ditampung adalah pelajar atlet dari kelas 1 hingga kelas 3 SMP dan SMA,” jelasnya. Nah, lanjutnya, bagaimana sekarang kelanjutannya. Apalagi, ijin berdirinya dikeluarkan Disdik Samarinda untuk operasional. Tapi, untuk ujian nasional (UN) yang akan diikuti oleh beberapa pelajar yang telah masuk kelas 3, tentunya akan mengikuti ujian di sekolah yang masih terdaftar di sekolah asal atau di sekolah yang ditunjuk. “Jadi, meski sekolahnya di SKOI Kaltim, mereka boleh saja mengikuti UN. Tapi, ujiannya nanti mereka mengikuti. Misalnya di SKOI Kaltim banyak yang mengikuti ujian, bisa saja ujiannya di sini dilaksanakan. Tentunya ini tidak masalah,” timpalnya. Sementara Kepala Dispora Kaltim H Masri Hadi ketika ditemui menyebut, jumlah atlet yang menjadi siswa di SKOI berjumlah 100 siswa dari 14 kabupaten/kota se-Kaltim dengan 20 pelatih dan 14 tenaga pengajar/guru. “Seleksi bagi guru dan pelatih dipilih melalui tes yang ketat dan berjenjang. Untuk itu, kami juga melibatkan Universitas Mulawarman, Balai Bahasa Unmul, dan Psikolog Unmul. Dari 93 berkas pelamar, hanya 14 orang yang diterima menjadi tenaga pendidik di SKOI. Sedangkan untuk pelatihnya diperoleh 20 pelatih dari seluruh Indonesia,” ujar Masri Hadi. Sementara itu, pantauan wartawan ketika peresemian lalu, selain Menkokesra, hadir dalam peresmian itu Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdi, Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisyal, dan seluruh Muspida Pemprov Kaltim. Peresmian itu juga sempat menampilkan seniman Butet Kertarejasa, dan atraksi pencak silat dari para siswa di sekolah itu.mar
|