Penyebaran HIV/AIDS di PPU Cukup Tinggi2011-02-15 22:44:33
PENAJAM, PPU ternyata menyimpan potensi penyebaran penyakit HIV/AIDS yang cukup tinggi, komunitas peduli AIDS (KPA) memiliki dan mencatat ada 12 pasien dan dari 12 orang penderita HIV/AIDS (ODHA) ini, salah satunya masih berusia di bawah umur dia tertular melalui ibunya yang juga penderita penyakit berbahaya itu. Ketua KPA Penajam Jody, menuturkan, potensi penyebaran penyakit ini di Penajam cukup tinggi, tes VCT (Voluntary and Counseling Testing) yang dilakukan di karaoke dan tempat hiburan lainnya memang tak menemukan penderita HIV/AIDS, namun ketika VCT dilakukan di lokalisasi Maridan, ternyata wilayah ini ada temuan pekerja atau karyawan yang mengidap penyakit tersebut dan masalah ini sudah kami konsultasikan dan penderita itu sudah kami rawat dan sekarang menjalani pengobatan. Masih menurut Jody, ada satu temuan ODHA lagi dia merasakan mengidap sejak enam bulan lalu dan ini juga masuk menjadi pasien KPA untuk berobat ke RSU Penajam, seorang dokter di Puskesmas itu sudah menghubungi KPA dan berkonsultasi tentang pasien ini dan sekarang, KPA sedang berupaya menangani kasus itu. ‘’Kami sifatnya hanya memberikan bantuan kepada mereka, syukur kalau pemkab juga memberikan perhatian yang sangat besar dimana tahun ini KPA dianggarkan Rp 120 juta dan dana include di dalam Dinas Kesehatan,’’ terang Jody, menambahkan. Masih menurut Jody, di luar 12 ODHA yang sudah ditangani KPA dipastikan bahwa masih ada orang yang mengidap penyakit berbahaya itu tapi mereka belum menyadarinya, namun komunitasnya berusaha untuk menemukan dan membantu mereka. Jalan satu-satunya untuk mengatasi penyakit berbahaya ini adalah dengan rajin melakukan tes VCT, dan wilayah Maridan merupakan titik paling tinggi penyebaran HIV/AIDS, sebab, ada lokalisasi di sana yang tak terkoordinir sedangkan penyebaran HIV/AIDS paling mudah dan cepat melalui hubungan seksual. Selain penyebaran penyakit mematikan itu melalui hubungan seksual juga melalui penggunaan narkoba dengan suntikan karena dengan alat itu bisa menular ke pihak lain jika menggunakan alat suntik yang sama kendati kemungkinannya kecil. Kasus penularan HIV/AIDS melalui alat suntiuk di PPU memang belum kami temukan namun perlu diinformasikan kalau melalui jarum suntiuk perpindahan penyakit itu bisa saha terjadi kendati penularan paling cepat memang melalui seks, selain itu, pergaulan bebas di Penajam juga bisa menjadi penyebab, untuk itu kami menghimbau agar anak-anak muda di PPU ini jangan sampai terpengaruh sex bebas, narkoba maupun pergaulan bebas, ingat masa depan bisa suram, olehnya bergaullah dengan baik. max
|