Kapal Penyu Hijau Kurang Maksimal2011-02-15 23:53:42
TANJUNG REDEB, Kapal Penyu Hijau yang berfungsi sebagai pengawasan di kawasan konservasi peraian laut Berau, pengoperasiannya terkesan kurang maksimal. Untuk memaksimalkan pengoperasian kapal tersebut, masyarakat berharap kapal itu diserakan ke Pemkab Berau. Kapala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau H Anwar mengatakan, menurut informasi yang ia peroleh, kurang maksimalnya pengoperasian kapal pengawas itu disebabkan nahkoda kapal itu mengundurkan diri sekitar tiga bulan yang lalu. Sehingga beberapa beberapa bulan ini kapal yang berfungsi sebagai pengawasan kawasan konservasi lautan Berau terhenti. Dikatakannya, kapal itu milik join program antara TNC dan WWF, bukan milik Pemkab Berau. Sehingga Pemkab Berau tidak mempunyai kewenangan mengoperasikan kapal itu, apa lagi menganggarkan dana operasional dalam APBD Berau. Hal itu tidak mungkin dilakukan, karena dipastikan jadi barang temuan BPKP. Memang dalam program TNC dan WWF ini DKP dan Dinas Pariwisata dilibatkan, tetapi masyarakat menginginkan dalam pelaksanaannya Pemkab ada dibarisan depan, bukan dua LSM ini. ”Ya termasuk soal kapal pengawas itu, masyarakat menginginkan kapal itu diserahkan ke Pemkab, agar pengawasan bisa berjalan maksimal,” ungkapnya. Disingung berapa dana operasional kapal tersebut, Anwar menjelaskan bahwa dana untuk sekali operasi selama satu bulan kurang lebih Rp 50 juta, karena dalam setiap melakukan pengawasan malibatkan banyak pihak. Sehingaa sekali beroprasi membutuhkan dana oprasional yang lumayan besar, karena selain melibatkan DKP, Dinas pariwisata, TNC dan WWF, kawasan konservasi di perairan laut Berau ini cukup luas, yakni 1,2 juta hektare. Ditambahkan, Pemkab Berau juga mempunyai Badan Kolaborasi (BK), yang melibatkan tiga dinas instansi terkait, yakni DKP, Dinas Pariwisata dan Badan Lingkungan Hidup, yang didirikan sejak tahun 2005 lalu. Dalam hal ini BK mempunyai beberapa program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan konservasi, diantaranya pemberdayaan masyarakat pesisir, lembaga konservasi, jasa linkungan dan pengembangan konservasi kedepan. Pungkasnya. roz
|