Jadilah Umat yang Selalu PatuhPesan Bupati Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
2011-01-20 15:19:09
TANJUNG REDEB, Bupati Berau H Makmur HAPK mengatakan, dalam peringatan Maulid Nabi SAW 1432 H kali ini dia berharap kepada waga muslim secara konsekuen dan konsisten mempunyai tekad serta komitmen yang sama, yakni selalu berupaya secara maksimal untuk menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang patuh, setia, hingga akhir hayat, agar mendapat Barokah dari Allah SWT. Menurutnya, ada jarak dan waktu yang terbentang cukup panjang antara zaman di mana pada saat itu zaman ketika Nabi Muhammad SAW menjalani kehidupannya. Namun jarak dan waktu yang begitu panjang tidaklah menyebabkan umat muslim merasa jauh dari kehidupan Nabi. “Bahkan setiap kita memperingati Maulid Nabi, beliau (Nabi Muhammad SAW) seolah hadir kembali di tengah-tengah kita. Al-Qur'an sendiri menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang terbaik bagi umat manusia”, ujarnya. Karena itu Bupati mengajak kaum muslim, terutama bagi kaum muslim di Kabupaten Berau untuk meneladani prilaku dan gaya hidup Nabi yang serba sederhana, ia yakin, setiap menghadapi masalah selalu dengan santun.” Karena itu, setiap ada masalah saya minta hadapi dengan kapala dingin, dan bertutur dengan bahasa yang santun. Agar tak menciptakan susana yang tidak nyaman,” pintanya. Zaman memang akan terus berubah, musim akan terus berganti, dunia terasa makin menua, generasi-generasi dalam sejarah umat manusia datang dan pergi silih berganti. Tapi bupati berpendapat, jika dilihat kepada esensi kehidupan umat manusia, sebenarnya tidak banyak hal yang berubah. Jika dipelajari sejarah Nabi dan mengambil esensinya, akan diketahui banyak hal yang terjadi di zaman Nabi masih tetap ada di zaman sekarang. Oleh karena risalah Nabi adalah respon terhadap zamannya. Sementara esensi masalah tidak berubah, maka risalah itu tetap relevan dan aktual dengan situasi zaman kita sekarang. Kemusrikan akan menyebabkan manusia mengalami disorientasi dalam hidup. Kemusrikan akan mendorong manusia mempertuhankan harta benda, kekuasaan dan bahkan mungkin pula akan mempertuhankan akal pikiran, keinginan dan hawa nafsu. “Kalau sampai ini terjadi, maka kita akan kehilangan orientasi dalam kehidupannya. Kemusrikan akan mendorong perilaku buruk yang menjadi sebab musabab terjadinya berbagai kejahatan,” uajrnya. Sebab itulah Rasullullah menyuruh manusia kepada tauhid dan memperkuat kesadaran moral. Nabi mengajak manusia untuk menegakan tata sosial masyarakat yang berlandaskan semangat keadilan dan semangat egaliter. Oleh karenanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menurut bupati, bukan hanya peringatan kelahiran Nabi, tapi sekaligus rasul terakhir yang membawa rahmat secara universal. Secara substansif, Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan momentum yang sangat tepat, untuk melakukan refleksi dan kajian sosial-politik seputar perkembangan tatanan pemerintahan politik Islam kala itu. Tetapi dilihat dari berbagai aspek, mulai dari sosial, politik, budaya, ekonomi, bahkan agama di bawah pimpinan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai sosok pemimpin ideal dan patut diteladani. roz
|