Ketua RT 46 Baru Ilir Kaget Ada Balita Gizi Buruk2011-01-20 15:25:09
BALIKPAPAN, Informasi Dinas Kesehatan Kota (DKK), bahwa ada bayi yang mengalami gizi buruk di RT 46 Kelurahan Baru Ulu membuat kaget dan bingung ketua RT setempat. Karena selama ini tidak ditemukan adanya balita kekurangan gizi kecuali menderita penyakit lain. Sebelumnya, Kepala DKK Balikpapan, drg Hj Dyah Muryani mengatakan, balita penderita gizi buruk itu bernama Leni, tercatat sebagai warga RT 46 Baru Ulu, Balikpapan Barat, balita ini mengalami penurunan badan hingga 8 kilogram. “Saya malah tidak tahu kalau ada balita mengalami gizi buruk di lingkungan saya, tidak ada kok sebab selama ini jika ada hal-hal yang aneh termasuk adanya tamu yang tidak melapor justru akan diketahui secepatnya, sekarang adanya balita gizi buruk justru kami tidak tahu sama sekali," kata Ketua RT 46 Baru Ulu, Ariansyah kemarin. Dia mengaku, pihaknya hanya mengetahui di lingkungannya ada anak yang menderita penyakit jantung, namun namanya bukan Leni dan bukan pula dari kalangan keluarga miskin (gakin) sedangkan yang kurang gizi justru baru ia tahu, namun informasi itu akan terus kami dalami dengan cara mendatangi rumah anak tersebut. Menurut Ketua RT 46 Baru Ilir ini, dilingkungan RT 46 memang ada anak penderita jatung namanya Elly, tapi bukan kurang gizi dan anak ini dari kalangan menengah. "Ini benar-benar membuat kami bingung tapi hal ini akan menjadi perhatian kami dan akan mencari siapa Balita bernama Leni yang mengalami kurang gizi itu," tandasnya. Menurutnya, DKK tidak akan mungkin mengungkapkan kasus gizi buruk apalagi sampai menyebutkan alamat penderita jika si balita belum ditangani, kalau kita mau bicara kemungkinan-kemungkinan, bisa saja kalau anak itu sebenarnya penduduk luar, tetapi pakai alamat di RT. Kami supaya dikatakan warga Balikpapan. Di Balikpapan banyak jaminan kesehatan, apa lagi kalau mengaku sebagai Gakin pasti langsung ditolong tetapi itu kalau kita bicara kemungkinan-kemungkinan hanya saja karena kasus ini sudah diungkap oleh DKK pasti hal itu benar, kami masih akan mencari alamat persisnya sang bayi malang itu, ujarnya. Jika benar ada warga yang menderita gizi buruk dan langsung ditangani DKK Balikpapan, berarti orang tua anak tersebut langsung membawa anaknya ke DKK, tanpa sebelumnya melaporkan dan memeriksa kondisi anaknya ke posyandu RT 46 atau Puskesmas terdekat. Masih menurut Ketua RT 46 ini, piihaknya kesulitan melacak alamat sang bayi penderita gizi buruk itu sebab nama orang tuanya tidak tahu, alamat lengkapnya juga tidak ada, kalau seperti ini sulit untuk dilacak apalagi ketika dikoordinasikan dengan Kepala Posyandu di RT. 46, pihaknyapun mengaku tidak ada kasus yang dirujuk ke DKK, namun kami terus melacak alamat Balita tersebut. Menurut Ketua RT. 46 Baru Ilir, hari ini (Kemarin, red) pihaknya bersama kepala posyandu akan menanyakan langsung ke DKK, terkait keberadaan Balita kurang gizi terkait kepastian alamat dan nama orang tua si anak, karena kalau benar warga sini pasti ketahuan, kalau ada alamat lengkap dan nama orang tuanya. Seperti diketahui Kepala DKK Balikpapan drg. Dyah M, mengatakan kalau di Kelurahan Baru Ilir tepatnya di RT. 46 ditemukan ada seorang Balita menderita gizi buruk ini dibuktikan dengan kondisi fisik sang bayi itu terus mengalami penurunan sampai delapan kilogram hal ini perlu mendapat perhatian DKK, Puskesmas, Posyandu termasuk keluarga dan masyarakat. max
|