Perusda UUJ Belum Berikan Kontribusi untuk Pemkot2011-01-21 07:50:09
BONTANG, Lagi santer di bicarakan warga masyarakat, Salah satu Aset kota Bontang yakni, Kapal RORO(road in Rool)sejak 2003 lalu, sampai kini belum menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)ke Pemerintah Kota Bontang. yang saat ini, masih di dock di PT.Pal Indonesia, yang berada di Surabaya..hal ini mengundang reaksi dari kalangan Legislatif, Komisi II Kami akan mengevaluasi secara total dan koperheship ,demikian di katakan Ketua komisi II Sayutin Budianto, saat dimintai keterangannya kemarin di ruang kerjanya Kamis (17/02) “Selama ini pihak Aneka Usaha Jaya(AUJ) belum atau tidak pernah menyetorkan PAD buat pemerintah semenjak Tahun 2003 -2010 sekarang kami masih mengkaji, dan rencananya kami akan evaluasi semua manajemen milik Perusda tersebut,”katanya. Sejak awal pembelian kapal yang di khususkan untuk melayani Rute Pare-Pare- Bontang ini bermasalah, terbukti tidak jelasnya semua dokumen-dokumen kepemilikan kapal yang bernama Express II ini,saat di Tanya kenapa tidak di berikan lagi subsidi ke Perusda, lagi di jawab Budi, sapaan akrabnya ia mengatakan , kalau pihaknya belum mengetahui persis berapa jumlah awal dan berapa jumlah terakhir anggaran costnya, makanya permintaan perusda kami cancel. “Sejak awal Kapal Express II itu kami akan Pindahtangankan, namun tak di dukung sertifikasi yang jelas maka permasaalahan ini batal kami pansus kan.”ujarnya. Sementara Pihak Perusda AUJ saat di sambangi di kantornya , Kasmiran pengurus Perusda UUJ mengatakan, memang betul kapal salah satu aset Kota Bontang itu masih di Dock di PT. Pal Indonesia dan kami akan mengupayakan dalam waktu singkat kami akan selesaikan. “Hal ini pun kami akan pertimbangkan kalau kami tidak sanggup untuk menutupi biaya perawatan kapal tersebut yang mencapai 600 Juta dengan penghasilan perbulannya mencapai 550 Juta. sangat terpaksa, kami akan alihkan ke pihak ketiga mengingat biaya operasionalnya semakin melambung tinggi,” paparnya. Ia menambahkan bahwa pernyataan komisi II memang benar kami belum ada Pemasukan di Kas pemerintah, pasalnya, biaya operasional kami lebih tinggi ketimbang pemasukan hal ini lah menyulitkan kami,untuk memberikan kontribusi buat pemerintah khususnya Pemkot Bontang.wan
|