Maulud Nabi Di Masjid Al-Ikhlas Berlangsung Hikmad2011-01-21 08:10:40
BALIKPAPAN, Peringatan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas Gn Polisi Gang Arjuna II RT. 066 Kelurahan Muara Rapak Kecamatan Balikpapan Utara yang dihadiri ratusan jemaah dengan penceramah Ustad Muhammad Zaini Helmi berlangsung hikmad dan penuh kekeluargaan, Rabu (16/02). Dalam sambutannya Ketua Panitia M Usman mengatakan, Peringatan Maulud Nabi kali ini mengambil thema : “Dengan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1432 H Mari Kita Bersama Menjalin Persatuan dan Kesatuan Antar Umat Beragama”. Sehingga terjalin kerukunan, khususnya untuk Balikpapan menuju kota Madinatul Iman. “Saya berharap hikmah yang dapat diambil dalam setiap peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan antar umat beragama, Sehingga terciptanya jalinan kerukunan bagi kita semua. Disamping itu, apa yang telah dilakukan nabi Muhammad SAW dapat dijadikan suri teladan bagi kita semua, “ujar M Usman. Masih menurut Usman (sapaan akrabnya-red), peringatan Maulud Nabi di lingkungan Masjid Al-Ikhlas sudah menjadi tradisi bagi warga sekitar. Ini sangat penting sekali, untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Hal senada juga disampaikan Ketua Masjid Al-Ikhlas. H.Z. Arfendi dan sekretaris Baharuddin. Perayaan Maulud Nabi ini sangat penting di laksanakan, khususnya bagi generasi muda. Selain lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT juga menambah wawasan tentang keimanan bagi anak cucu kita. Karena pendidikan agama islam merupakan modal utama untuk membentengi generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang menyesatkan. Sementara itu Ustad Muhammad Zaini Helmi dalam tausiyahnya menganjurkan agar kita senantiasa melaksanakan sunah rasul. Ini sangat penting untuk menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Ustad Helmi juga menjelaskan bahwa ada tiga hal menurut Rasul bagi manusia yang tidak dapat menikmati surga. Pertama, adalah durhaka kepada kedua orang tua. Kedua, tidak pernah membaca sunnah rasul atau selalu meninggalkannya dan ketiga, apabila disebutkan nama rasul dia tidak mengatakan/mengucapkan salawat. Diakhir tausiyahnya, Ustad Helmi menyampaikan bahwa manusia mulia di hadapan Allah SWT bukan semata-mata karena ibadahnya melainkan mereka yang bisa meninggalkan perbuatan maksiat.edy
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

S E L A S A
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...