Hidupkan Potensi Bena Baru2011-02-18 23:35:22
TANJUNG REDEB, Tidak banyak orang yang me-ngetahui lebih dalam asal muasal berdirinya Kampung Bena Baru, sebuah kampung yang terletak di selatan ibukota Tanjung Redeb itu, bahkan masyarakat Berau sendiri. Padahal kampung, yang warganya dari suku Dayak tersebut, dapat di-tempuh dengan speed boat kurang lebih 1 jam dari Tanjung Redeb. Kampung Bena Baru berpen-duduk 800 jiwa yang terdiri dari 187 kepala keluarga, yang umumnya peladang dan bertani kakao, pisang dan sayur mayur, Ada 175 rumah tersebar disana yang bangunannya masih sederhana dan khas terbuat umumnya dari kayu, berkolong dan banyak yang memiliki lumbung penyimpanan padi. Sejak mulai dirintis oleh seorang pendiri kampung Wan Aling,seorang pendatang suku dayak dari Keca-matan Pujungan Kabupaten Malinau pada tahun 1981, hingga secara ad-ministrasi pemerinahan resmi menjadi kampung sejak 28 Desember 2003. Tonggak penetapan sebagai kam-pung administrative itu tidak lepas dari peran salah satu perusahaan yang memberikan sumbangsih bagi per-kembangan secara umum bagi kampung itu. Diharapkan dengan menjadikan Bena Baru sebagai dampingan PT Berau Coal kedepan kampung yang sebelumnya belum memiliki potensi apa-apa selain untuk kehidupan warga setempat kedepan mampu menciptakan potensi yang mampu mengangkat nama kampung. Du-kungan diberikan berupa bantuan langsung maupun tidak langsung. “Ada beberapa program community development yang kita terapkan dikampung Bena Baru yakni sector pendidikan, kesehatan, termasuk peningkatan infrastruktur,” ungkap Tony Comdev officer PT Berau Coal. Sektor pendidikan, BC mem-berikan bantuan bea siswa kepada anak-anak dari Bena Baru yang menuntut pendidikan. Khusus bagi pelajar SMP yang sekolah di Desa Pegat Bukur, disiapkan alat trans-portasi penyebarangan. Tidak hanya itu, yang melanjutkan sekolah di Tanjung Redeb, disediakan fasilitas asrama. Kesehatan tidak luput dari per-hatian BC, melalui pengobatan gratis yang rutin dilakukan bagi warga setempat, penambahan asupan gizi bagi Balita terus dilakukan dengan terprogram secara baik. Melihat infrastruktur yang masih minim, guna meningkatkan kesejah-teraan masyarakat program berjalan, terlihat adanya perbaikan infrastruktur jalan yang diperlebar. Tahun 2011 ini rencananya BC akan kembali me-ningkatkan jalan di Kampung Bena Baru. Mendukung semua rencana tersebut, kebutuhan dasar listrik kampung dari penerangan ala kadar-nya kini sudah dapat menikmati listrik meski belum dapat maksimal 24 jam. “Mesin gensetnya dari kami, semen-tara bahak bakar solar kerja sama dengan mitra kami seperti PT Buma dan PT SIS,” terang Tony lagi. Bena Baru kini mulai dikenal banyak masyarakat luar, bahkan Kepala Biro Humas Setprov Kaltim HM Djailani bersama stafnya. Sudah pernah menginjakan kakinya di kampung ini. Upaya memunculkan potensi dari sector pariwisata juga sedang digagas. Budaya, salahsatu yang bisa diangkat dari kampung ini, tari-tarian Dayak akan dilestarikan dengan paduan tradisi adat dayak yang kental dari masyarakat bisa menjadi salah satu potensi pariwisata. Melalaui dampingan BC, regenerasi adat terus terjaga dengan baik melalui penge-nalan musik dan tari-tarian sejak masih usia belia seperti SD anak-anak di kampung itu. Publik relation (PR) BC Arif Hadianto, mengatakan potensi itu yang bisa diangkat dari sector pariwisata Bena Baru. “Setiap ada kegiatan maka anak-anak akan memberikan pertunjukan dari ke-senian mereka, makanya kita upaya-kan mengangkat potensi itu,” ungkap Arif. As
|