Diduga Suspek Flu Burung Jenebora Waspada 2011-02-18 23:40:22
PENAJAM, Indikasi mewabahnya penyakit cukup berbahaya Flu Burung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Khususnya di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam membuat Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (DP3K) PPU langsung bersikap. Dengan mendatangi lokasi dimana ditemukan sejumlah ayam mati secara mendadak untuk mengecek kebenaran sekaligus mempelajari penyebab kematian ratusan ayam milik warga RT 06 Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam. Tim yang dipimpin drh. Didik serta stafnya dari Seksi Kesehatan Hewan belum menemukan penyebab wabah matinya ayam-ayam milik warga namun masih terus melakukan penyelidikan secara intensif matinya ratusan ayam milik warga itu, penyebab belum diketahui matinya ratusan ekor ayam, tim masih mencari bangkai ayam-ayam itu untuk diteliti dan diperiksa secara intensif dengan sistim (Rapid Tes, red). Dari hasil pengecekan di lapangan diketahui sejak dua bulan terakhir jumlah ayam mati atau sakit yang dimusnahkan sekitar 109 ekor, namun saat ini status Kelurahan Jenebora ditetapkan Suspect Flu Burung (Aviant Influenza), ungkap Kasi Kesehatan Hewan DP3K Kabupaten Penajam Paser Utara drh. Arief Murdiyatno kepada wartawan. ‘’Sampai saat ini jumlah ayam mati dan dimusnahkan di Kelurahan Jenebora berjumlah sekira 109 ekor untuk periode waktu awal Januari hingga pertengahan Februari 2011 ini, untuk mengatisipasi bertambahnya ayam mati, DP3K tetap melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku dengan melakukan penyemprotan disenfektan disekitar wilayah hingga radius 1 kilometer, ada kesulitan dari tim untuk menentukan kemungkinan daerah itu terkena flu burung sebab bangkai ayam yang mati sudah dikubur warga,’’ kata Arief. Saat ini DP3K juga melakukan koordinasi dengan petugas medis untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan sekaligus mencegah tertularnya wabah virus flu burung ke tubuh warga, selain itu DP3K juga melakukan penyuluhan tentang AI (Aviant Influenza) di Kantor Kelurahan Jenebora sambil membagikan disenfektan sebagai wujud penanganan pertama. Sementara itu, Ketua RT 06 Kelurahan Jenebora Abdul Rokhim Kholil mengaku telah mendata sejak awal Januari 2011. Hingga saat ini jumlah ayam yang sakit dan mati ada berjumlah 409 ekor dari 31 kepala keluarga yang ada disana. "Sebelum tim DP3K tiba di Jenebora masyarakat disini hanya membuang dan menguburkan bangkai ayam yang mati atau sakit," kata Arief. Kholil menyambut baik kedatangan tim DP3K untuk memeriksa ayam-ayam warga karena sejak awal muncul keresahan dikalangan masyarakat, beberapa waktu yang lalu ada yang menghubunginya untuk membeli bangkai ayam yang mati dan sakit tersebut pembeli itu sebuah rumah makan.max
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

R A B U
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...