Demo Sopir Angkot Bikin Macet2011-02-18 23:59:57
SAMARINDA, Ratusan sopir angkutan kota (angkot) berbagai trayek di Samarinda kembali mengelar aksi mogok beroperasi, Jum'at (18/2). Mereka memprotes beroperasinya armada taksi baru di kota itu. Para sopir menurunkan penumpang di tengah perjalanan, kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa di Balaikota Samarinda. "Kalau ada taksi baru, pendapatan kami jelas akan berkurang. Penumpang bakal lebih banyak yang beralih ke taksi," ujar Uding (35), sopir angkutan kota (angkot). Para sopir angkot mengancam akan tetap mogok beroperasi sampai Pemkot Samarinda mencabut izin pengoperasian taksi tersebut. "Sekarang saja penumpang sudah sedikit, apalagi ditambah ada taksi baru," ucap Jauhari (45), sopir angkot lainnya. Setelah perundingan di Balai Kota menemui jalan buntu, ratusan sopir angkot bergeser menggruduk rumah jabatan Walikota Samarinda Syaharei Ja'ang di Jl S Parman. Mereka juga berniat menyampaikan tuntutan yang sama. Alhasil, aksi unjuk rasa sopir angkot itu membuat arus lalulintas Jl S Parman depan Mall Lembuswana macet. Setelah menunggu lama akhirnya perwakilan supir angkot diterima Walikota Samarinda. Dalam pertemuan yang tertutup sekitar 1 jam lebih, akhirnya para perwakilan tersebut keluar dan menemui para supir angkot terkait hasil pertemuan dengan Walikota Samarinda Syaharie Ja'ang dan sejumlah pejabat Pemkot Samarinda. Menurut Kordinator lapangan Ramdan, dalam pertemuan tersebut telah terjadi kesepakatan antara pihak pemerintah dengan para sopir angkot. "Ada tiga kesepakatan dari hasil tersebut," kata Ramdan, Jum'at (18/2), saat bertemu sejumlah wartawan. Ditambahkannya, hasil kesepakatan tersebut adalah, penundaannya operasional centra taxi yang izin prinsipnya sudah di keluarkan Pemkot Samarinda sebanyak 50 unit. Jika Pemkot Samarinda akan mengeluarkan izin taxi dan penambahan unit untuk PT Malibo, maka akan dibicarakan dalam rapat yang melibatkan perwakilan sopir angkot, organda dan unsur pemerintahan. "Kami meminta untuk membenahi dulu infrastruktur di Kota Samarinda, sebab selama ini masih semerawut dan tidak layak bagi para pengendara lalulintas," ujarnya. Setelah mendengarkan hasil tuntutan tersebut akhirnya para supir angkot tersebut membubarakan diri dan melanjutkan aktifitasnya dalam mencari nafkah. aon
|