Rencana Pembangunan PLTA BerauBupati Minta Dipercepat
2011-02-21 00:51:37
TANJUNG REDED,Harapan masyarakat 5 kecamatan wilayah Pesisir kembali terbuka untuk dapat menikmati fasilitas listrik secara maksimal. Berdasarkan hasil presentasi PT Bennatin Surya Cipta (BSC) Konsultan, melalui survey selama 2 bulan, ternyata Berau memiliki potensi sumber listrik yang besar dari sungai Tabalar Ulu. Bupati Berau Hakmur HAPK merespon positif penawaran tersebut. Rencana yang ditawarkan, Pemerintah Berau bersama sama PT BSC Konsultan dan PT Terafulk Global Biz akan berkonsorsium membangun PLTA 8 MW di Kabupaten Berau. Hal ini seperti yang dipaparkan oleh Pimpinan BSC Konsultan M Zamrud Lumaela di ruang rapat rumah jabatan Bupati Jumat (18/2) malam lalu. Dalam paparan hasil kajian teknis oleh BSCdidampingi staf teknis ME Kus Erdiamono dan Jefri menambahkan, bahwa potensi yang dimiliki sungai Tabalar adalah sangat besar sekali, dengan debit air yg tersedia ternyata mampu menghasilkan daya listrik sebesar 8 MW. Dengan survey awal, terhadap rencana pembuatan bendungan, yang memakan biaya mencapai Rp 50 miliar, sementara dengan pemanfaatan debit air terjun yang ada disebutkan hanya memakan kurang lebih Rp 20 miliar. Dengan kapasitas daya yang sangat besar ini diharapkan masyarakat yg selama ini belum dapat menikmati listrik di daerah daerah kecamatan pesisir yang belum terjangkau oleh listrik, dapat menikmatinya. “Tolong dikaji ulang ini, sangat bagus,” ungkap Bupati. Pemkab Berau melalui Bupati Berau mengharapkan, setelah pertemuan ini segera ditindaklanjuti dengan membuat kerjasama yang lebih lebih konfernhensif sehingga dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Seperti disampaikan Zamrud, PT Terafulk Global Biz sebagai main kontrak dan investor menjelaskan bahwa rencana itu merupakan invesatasi murni. “Dalam artian bahwa semua biaya pembangunan dan operasional dalam pelaksanaan kegiatan ini murni dari dana kami, dan kami tidak melibatkan dana APBD atau APBD I maupun dana APBN,” ungkapnya. Sehingga tidak mengganggu program dana pembangunan lainnya di Kabupaten Berau. Karena itu sangat diharapkan ada dukungan dari Pemkab Berau untuk percepatan pembangunan. “Agar masyarakat di daearah pesisir yang sudah lama belum menikmati listrik selama 24 jam penuh, dapat segera menikmatinya,” papar Zamrud Lumaela. Potensi debit air terjun dari sungai dimaksud memiliki bentangan sepanjang 20 meter dan dapat dibagi untuk peningkatan daya,artinya tidak hanya 8 megawatt, akan tetapi mampu digandakan menjadi 3 kali lipat. Lebih ekonomis mengingat, jika dengan sistem bendungan biaya Rp 50 miliar hanya mampu untuk memproduksi daya sebesar 2 megawatt. as
|