4 Gubernur Sepakat Tuntaskan Trans Kalimantan2011-02-21 01:40:41
SAMARINDA, Empat gubernur se-Kalimantan sepakat menuntaskan Trans Kalimantan yang selama ini belum terwujud dari target yang sudah disepakati pada tahun 2009 yang lalu. Terutama pada kawasan Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang belum terhubung. Sedangkan tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur sudah terkoneksi. "Kita sudah sepakat, dimana empat gubernur se Kalimantan yaitu Gubernur Kalsel H Rudi Arifin, Gubernur Kalteng Teras Narang dan Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH, beberapa hari lalu di Jakarta, untuk bersama-sama menuntaskan penyelesaian jalan trans Kalimantan," jelas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Awang menambahkan, dari hasil kesepakatan tersebut, ada beberapa jalan yang segera diselesaikan, yaitu Pontianak-Tayan sepanjang 30 kilometer. Wilayah Kaltim, jalan mantap telah mencapai 76,26 persen, dan pembangunan Jembatan Pulau Balang, untuk bentang pendeknya telah terealisasi 40,7 persen yang dibangun melalui APBD, sedangkan untuk bentang panjang, masih terus diupayakan melalui APBN. "Sementara untuk wilayah Kalsel, ruas poros selatan telah terhubung, dengan 79,37 persen jalan dalam kondisi baik. Kemudian untuk pembangunan jalan lintas Kalimantan poros tengah, di Kalbar dan Kalteng masih belum terealisasi, sementara untuk Kaltim jalan mantap telah mencapai 76 persen lebih, antara Kaltim dan Kalteng dapat ditembus,"ujarnya. Lanjut Awang, untuk pembangunan jalan poros utara/paralel perbatasan, di Kaltim telah terealisasi pembangunan ruas jalan dari Simanggaris-Malinau-Long Alango, Long Bagun-Long Apari-sampai Batas Kalbar dan Long Bagun-Mahak Baru-Sei Barang-Long Nawang, dengan pembiayaan dari APBN dan juga APBD Kaltim. Sementara untuk di Kalbar, masih belum terealisasi. "Selain menyinggung infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan Kalimantan, pertemuan juga membuka diskusi dan pembahasan tentang pembangunan infrastruktur lain, yaitu transportasi laut, telah terealisasi pembangunan pelabuhan Internasional Malundung Tarakan di Kaltim, sedangkan untuk pembangunan pelabuhan Maloy Kutai Timur baru pada tahap perencanaan. Sementara untuk pembangunan pelabuhan Internasional Temajo di Kalbar, baru sampai pada tahap review study identifikasi lokasi,"paparnya. Selain Pembangunan infrastruktur transportasi udara, untuk di Kalbar dalam upaya peningkatan Bandara Supadio menjadi Bandara Internasional telah direalisasikan pelebaran runway, dan pematangan lahan untuk membangun runway baru.Sedangkan Kalsel, peningkatan bandara Syamsuddin Noor menjadi bandara berstandar Internasional telah sampai pada tahap penyusunan masterplan pengembangan. Kemudian, untuk pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan yaitu perpanjangan landasan pacu telah sampai pada tahap pembebasan lahan. "Sementara itu, untuk pembangunan infrastruktur energi/kelistrikan, wilayah Kalteng, pembangunan gardu induk 30 MVA di Sampit dan Pangkalan Bun telah terealisasi pembangunan gardu transmisi Palangkaraya-Sampit. Sedangkan di Kaltim telah dilaksanakan pembangunan PLTU 2 x 100 MW di Kariangau,"kata Awang.mar
|