Ciptakan SDM Handal Melalui Pendidikan Formal2011-01-24 01:39:45
TANJUNG REDEB, Disadari, produk dunia pendidikan sangat menentukan perkembangan satu wilayah mulai dari skala loKal daerah hingga nasional, yang mana dalam implementasinya, upaya menciptakan bibit unggul dari hasil pendidikan formal maupun non formal tidak selalu mulus seperti yang diharapkan semua orang. Bisa dari keterbatasan kemampuan untuk pembiayaan juga keterbatasan sarana dan prasarana. Mewujudkan hal itu, pemerintah perlu mendapat dukungan riil dari seluruh komponen masyarakat termasuk pihak swasta. Bukan kecil kemampuan yang bisa dilakukan swasta dalam mendukung upaya pemerintah dalam berbagai hal. Tidak lepas dari menciptakan bibit dengan Sumber Daya Manusia (SDM) tinggi, swasta mampu memberikan kontribusi besar dan nyata. Dengan pandangan pendidikan yang baik menjadi satu landasan untuk kemajuan satu daerah dimasa depan, PT Berau Coal, (BC) menyisihkan hasil laba investasinya di Kabupaten Berau dibidang pendidikan yang nilainya tidak sedikit. Bahkan telah menghasilkan SDM yang tinggi dikalangan generasi muda Berau. Salah satu program BC untuk mendukung program pendidikan di Berau melalui Community Development (Comdev) BC adalah tuntas wajib belajar 9 tahun. Memang belum sampai pada tingkatan wajib wajib 12 tahun, namun program ini secara nyata dapat memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan. Minimal hanya perlu menambah beban 3 tahun sendiri bagi orang tua untuk menuntaskan 12 tahun belajar dijenjang SLTA. Program ini diterapkan pada semua desa dan kampung dampingan yang terbagi menjadi 6 wilayah tambang BC yakni Lati I, Lati II, Sambarata, Binungan I,II, dan III atau jumlah kampung atau desa dari 6 wilayah itu sebanyak 26. Membuka kembali harapan untuk bisa belajar dipendidikan formal BC mencurahkan sejumlah bantuan langsung dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mulai dari penyedian 6 asrama pelajar yakni, Asrama Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, Palimasan,Padiwakang,Dangkita dan asrama Pelajar Sambaliung. Asrama ini menampung siswa siswi SMP-SMU/SMK/MAN. Bea Siswa merupakan paket lain yang disalurkan bagi siswa siswi dari lingkar tambang juga dikemas d alam berbagai bentuk. Tahun 2010, Comdev merealisasikan bea siswa untuk SMP dan SMA sederajat sebesar Rp 152.220.000 kepada terhadap 633 pelajar. Untuk SMU berprestasi sebanyak 151 pelajar selebihnya tingkat SMP. Selain itu Rp 45.522.000 untuk perguruan tinggi diberikan terhadap 10 orang. Comdev Oficer BC Daud badarudin yang menangani bidang pendidikan dan pengetahuan, menyebutkan, pola pemberian bantuan bagi pelajar itu terbagi 2. “Ada yang full dan non full, untuk full sendiri kita biayai sepenuhnya yang non ya tidak semuanya,” ungkap Daud. Dari hasil bantuan itu, dijelaskan pula khusus untuk perguruan tinggi (PT), pelajar yang lulus setiap tahun berkisar antara 5 sampai 10 orang yang terbagi dari beberapa PT baik kalimntan maupun luar Kalimantan. Tahun ini masih ada 57 pelajar PT yang berlanjut tersebar di Polteknesmalang, Jember,Kediri dan Samarinda, TEDC Bandung, Vedca Cianjur, Poltek Negeri Jember, UM Malang dan UPN Jogja. “Yang lulus tahun ini, VEDC malang 2 orang, Poltek Balikpapan 5 orang, Poltek Negeri Jember 5 orang,” papar Daud. Alumni-alumni ini yang diharapkan mampu bersinergi terhadap upaya pembangunan di kabupaten Berau, yang mana semua pelajar itu berasal dari putra daerah. Bahkan sebagian anak sudah banyak yang diberdayakan baik dilingkungan dinas pemkab Berau juga bekerja diperusahaan BC sendiri. Untuk mendukung penyediaan tenaga intelektual bagi pembangunan kabupaten Berau di masa mendatang, program serupa terus dilaksanakan setiap tahun dengan sistematika yang diatur sedimikian rupa oleh Comdev. Peningkatan mutu tidak hanya diarahkan kepada pelajar semata melainkan juga ditujukan kepada tenaga pendidik seperti pernah direalisasikan sebelumnya melalui peningkatan kompetensi guru dalam proses belajar dan mengajar. Untuk meningkatkan Kompetensi guru ini, BC bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Berau melakukan program kualifikasi akademik. 2009 lalu terdapat 118 guru Sekolah Dasar yang belum berijazah S1 untuk melanjutkan Kuliah di Universitas Terbuka Samarinda. as
|