Sudah 44 Kasus DBD Balikpapan Belum Fogging2011-01-24 01:48:16
BALIKPAPAN, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, belum melakukan fogging (pengasapan), sehubungan dengan munculnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang berkembang di Balikpapan. Pasalnya kegiatan pengasapan masih belum memenuhi tata laksana, kendati DBD di Balikpapan selama Januari sampai pertengahan Februari ini sudah menyerang 44 orang. Dari data DKK Balikpapan, hingga pekan kelima 2011, terdapat 44 kasus di lima kecamatan diBalikpapan dan kasus tertinggi terdapat di Kelurahan Sepinggan dan Kelurahan Prapatan Kecamatan Balikpapan Selatan. Kepala DKK Balikpapan Dyah Muryani menyebut, dari 44 kasus ini, belum satu pun yang memenuhi tata laksana fogging, tata laksana ini sebelumnya dijelaskan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Esther Vonny dimulai dengan ditemukan kasus DBD di suatu daerah. Puskesmas yang ada diwilayah setempat langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi berisi pencarian penderita atau tersangka DBD dan demam lainnya, selanjutnya pemeriksaan jentik di penampungan air di dalam rumah dan sekitar rumah penderita hingga radius 100 meter atau sekitar 20 rumah. Jika di daerah itu ditemukan satu atau lebih penderita DBD, atau sedikitnya tiga penderita demam ditambah penemuan jentik minimal di lima rumah, baru alternatif foggingdiambil, jadi bukan setiap saat fongging itu dilakukan apalagi tidak diketahui oleh DKK kendati tujuan fongging yang dilakukan untuk pemberantasan sarang nyamuk, lavarsida, dan penyuluhan. "Sejauh ini selama Januari 2011, belum ada yang memenuhi hal tersebut sehingga belum ada pemberitahuan untuk dilakukan fogging, ini artinya saat sekarang belum atau tidak ada fogging, olehnya kami ingatkan kalau fogging tidak bisa sembarangan dilakukan, apalagi tanpa pengawas petugas mengingat dampaknya pada tubuh manusia dan serangga lain," terang Dyah. Dyah menambahkan memang cuaca saat ini sedang memasuki musim hujan masyarakat perlu diwaspadai terutama berkembangnya jentik nyamuk DBD. "Kami ingatkan kalau masyarakat bisa berperan untuk melakukan pencegahan berupa kegiatan 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur, supaya jentik tidak berkembang di tempat atau wadah yang menampung air," tuturnya. Selama tahun 2010 lalu, kata Dyah, kasus DBD di Balikpapan terbilang cukup tinggi bahkan menjadi kejadian luar biasa (KLB) sebagai bukti dari 312 kasus, satu meninggal dunia, jangan sampai tahun ini KLB lagi, untuk itu kita harus waspada, partisipasi masyarakat menjaga kebersihan dan menerapkan 3M tentu menjadi salah satu yang utama dalam mencegah DBD. "Jangan kita waspada setelah terjadi kasus yang membawa korban meninggal dunia," katanya. max
|