Sikap Perumnas Semakin MembingungkanTak Berniat Menyelesaikan Sengketa Lahan Perum bengkuring
2011-01-24 01:56:33
SAMARINDA, Perumnas dinilai tak memiliki niat baik dalam upaya untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan di Perum Bengkuring. Pasalnya, hingga beberapa kali melakukan hearing antara Perumnas dengan pihak pemilik tanah, Djagung Hanafiah, yang difasilitasi Komisi I Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Samarinda, ternyata semakin membingungkan. Sikapnya dalam hearing menyatakan akan segera menyelesaikan masalah tersebut, pada akhirnya justru seakan "cuci tangan" dan tak menghargai hasil kesepakatan. "Ini sangat membingungkan dewan. Seharusnya kesepakatan yang dilakukan bersama Perumnas dan pihak ahli waris Djagung Hanafiah (Chairil Usman, Red) ditindak lanjuti dengan melakukan pertemuan terakhir yang menghadirkan pimpinan Perumnas yang mampu mengambil kebijakan," kata anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suratna, kemarin. Menurut Suratna, Perumnas tak serius menyelesaikan masalah sengketa Perum Bengkuring. Perumnas, lanjutnya, telah berani menodai kesepakatan yang telah dibuat pada saat hearing. "Ini termasuk tidak menghormati lembaga legislatif namanya. Semestinya, Perumnas dengan semangat untuk segera menuntaskan apa yang menjadi masalah dengan pihak Djagung Hanafiah. Bukan malah menghindar dan seakan masalah ini tidak terjadi," kata Suratna. Diterangkan, Dewan diminta untuk mengirimkan surat ke pimpinan pusat Perumnas. Selain itu, dalam surat tersebut juga dilampirkan beberapa hasil pertemuan. Namun dalam kenyataannya, Perumnas dianggap melakukan pembohongan atas hasil pertemuan tersebut dengan mengalihkan perhatian dewan maupun pihak Djagung Hanafiah. "Perumnas sengaja mengulur-ulur waktu untuk menghadiri undangan yang disampaikan ke dewan. Ini namanya tak bertanggung jawab," katanya. Demikian juga dengan keinginan pimpinan pusat Perumnas yang meminta untuk mengadakan pertemuan di Jakarta ditolak Komisi I. Alasannya, kejadian persoalan di Kota Samarinda. Tentu harus diselesaikan di Samarinda. "Ini juga telah ditegaskan oleh Ketua Komisi I (Suyadi, Red) yang menyatakan Komisi I tak akan menyelesaikan masalah sengketa Bengkuring di Jakarta. Komisi I yang akan mengundang pimpinan pusat Perumnas ke Samarinda," tegas Suratna. Melihat gejalanya, dewan tetap memberikan peringatan kepada Perumnas agar segera menyelesaikan masalah tersebut. Lebih dari itu, jika ada masalah yang membesar dikemudian hari maka dewan tak akan bertanggung jawab. "Komisi I khawatir akan terjadi masalah sosial jika Perumnas tak segera menyelesaikan masalah ini. Masalahnya, dukungan dan rasa simpati banyak yang diarahkan ke pihak Djagung Hanafiah. Ini tentu tidakj akan tinggal diam jika tak segera diselesaikan segera," katanya. Dia melanjutkan, Komisi I akan memanggil pimpinan Perumans sekali lagi. Diharapkan akan ada yang datang. Maksud pimpinan yang harus hadir adalah pimpoinan pusat Perumnas yang bisa memberikan kebijakan atas masalah sengketa lahan yang telah berjalan hampir 11 tahun tersebut. "Yang jelas, tak ada alasan bagi Perumnas untuk tak hadir. Tak hadir sekali lagi maka akan dilakukan pemanggilan paksa," tegasnya.aon
|