2 Balita Kembar Tewas TerbakarKebakaran di Jl Rumbia
2011-01-24 02:17:40
SAMARINDA, Si 'jago merah' kembali mengamuk, Senin (21/2) siang di Jl Rumbia RT 20 Kel Sidomulyo. Peristiwa tragis itu sangat memilukan karena menelan korban 2 anak kembar Kevin dan Stevin usia 3 tahun putra ke tiga Fitri Hartati, tewas terbakar. Ibu korban yang nampak histeris dan sempat beberapa kali pingsan. Kedua balita kembar itu baru diketahui ikut tewas terpanggang setelah sang ibu, Fitri Hartati (35), berteriak mencari anaknya yang berada di dalam rumah. Fitri sengaja meninggalkan dua anaknya yang masih balita untuk berkerja sebagai tukang pijat keliling, senin (21/2) kemarin dia menerima panggilan untuk melulur warga di Jl Juanda Samarinda. Ia terkejut ketika diberitahu tetangganya bahwa rumah yang dikontraknya bersama 4 anaknya terbakar. Awalnya Fitri tidak mengetahui jika anaknya ikut terbakar, namun ditengah jalan dia diberitahu bahwa seluruh anaknya tidak ditemukan warga disekitar rumahnya. Dia pun pasrah dan menduga bahwa ketiga anaknya ikut terpanggang. "Ketika diberitahu, saya menduga jika 3 anaknya ikut terbakar. Namun setelah diberi tahu tetangga bahwa Eric selamat ia sangat bersyukur. Eric saat kejadiaan ia sudah berangkat sekolah," kata Fitri. Fitri yang kini menjadi tulang punggung ekonomi setelah bercerai dari suaminya, Yacobus (40) mengatakan, dua dari keempat anaknya, Steven dan Kevin, memang ditinggal dan berada di dalam rumah. Anak tertua Opi (13) dan anak keduanya, Erick (7), sedang bersekolah. Fitri memastikan, saat ditinggalkannya bekerja, rumah tersebut tidak dikunci. Fitri pun menyangkal kabar beredar dia telah mengunci rumahnya. "Saya tidak mengunci rumah. Cuma saya sempat membawa korek gas karena anak saya memang senang main-main api di dalam rumah," kata Fitri. Mantan suami Fitri, Yacobus, juga terlihat mendatangi ruang instalasi jenazah. Yacobus tidak sanggup melihat jenazah kedua anaknya dan hanya bisa memeluk mantan istrinya itu tanpa kata-kata. Dia kemudian meninggalkan ruangan instalasi jenazah. Api berhasil dipadamkan pukul 12.00 Wita. Pemadam kebakaran pun segera mencari korban di tengah puing-puing. Benar saja, mereka menemukan jenazah dua boca kecil itu dan langsung dievakuasi dengan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda. "Jenazah keduanya terletak tidak jauh, diduga saat terbakar keduanya sedang bermain,"kata seorang petugas pemadam kebakaran yang melakukan evakuasi. Sebelum dibawa ke Taman Makam Kristiani, jenazah Steven dan Kevin menjalani proses autopsi oleh petugas forensik RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Petugas kepolisian belum memastikan penyebab kebakaran yang menimbulkan korban jiwa itu. pihak kepolisian masih belum bisa masih melakukan penyelidikan terkait kasus terbakarnya dua balita malang ini. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, untuk pengembangan penyelidikan kedua balita malang yang menjadi korban kebakaran dibawa ke kamar jenazah rumah sakit umum AW Syahranie untuk dilakukan Visum," kata Feby. Sementara itu dua rumah yang menjadi tempat kejadiaan perkara langsung dipasang garis polisi. M4n
|