Polresta Samarinda Aktifkan Babinmas50 Babinmas Disebar Setiap Kelurahan
2011-02-23 06:47:33
SAMARINDA, Badan Pembina Masyarakat (Babinmas) yang dulu dijuluki Babinsa kembali diaktifkan di Kota Samarinda. Tujuannya, untuk mendeteksi secara dini berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Selain itu juga FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat). Mengingat selama ini cukup efektif meredam berbagai tindak kriminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurut Kasat Bimmas Polresta Samarinda, Komisaris Polisi Musrifin Umar bahwa Babinmas di Samarinda selama ini mampu meminimalisir gangguan kamtibmas. "Kami juga membagi Babinmas ini di setiap Kelurahan yang ada di Kota Samarinda agar kerjanya lebih maksimal," kata Musrifin, Selasa, (22/2). Dengan jumlah penduduk sekitar 700.000 jiwa diharapkan dapat meredam berbagai masalah yang bisa menimbulkan gejolak. "Dengan mengaktifkan kembali Babinmas ini kemungkinan bisa terjaga sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas sedini mungkin bisa dideteksi," ujarnya. Babinmas juga berfungsi untuk wadah menyelesaikan konfik antarwarga, mengingat jika persoalan yang semula dianggap kecil itu tidak mendapat penanganan semestinya, bukan mustahil bisa menimbulkan konflik horizontal yang melibatkan massa. "Permasalahan yang biasanya dianggap kecil justru bisa menjadi bibit terjadinya bentrok antarwarga. Disinilah peran Babinmas untuk menyelesaikan persoalan antarwarga agar tidak sampai terjadi bentrok," katanya. Babinmas dinilainya memiliki arti strategis dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang dapat menggangu Kamtimbas itu karena terdapat berbagai unsur di antaranya, tokoh agama setempat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta dari elemen pemerintah termasuk Ketua RT. "Jadi, jika Babinmas berperan optimal, saya yakin Kota Samarinda akan tetap kondusif dan tidak akan terpengaruh berbagai kejadian di daerah lain," ujar Musrifin Umar. Musrifin juga berharap, warga Samarinda tetap menjagi situasi kondusif di kota agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diingginkan. "Kami (Polresta Samarinda) meminta agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu ataupun provokasi dari kelompok tertentu terkait kasus yang dapat memecah belah persatuan," katanya. Pihaknya berjanji untuk terus meningkatkan peran kelompok-kelompok radio amatir sebagai salah satu elemen dalam mendukung kerja polisi. Jajaran polisi setempat juga kini sukses membentuk 53 Babinmas tingkat kelurahan dari sembilan kecamatan di Samarinda. "Saat ini, Babinmas sudah terbentuk di setiap kelurahan tinggal bagaimana menumbuhkan kembali peran masyarakat dalam wadah itu," katanya. Selama itu juga peran Babinmas sudah berjalan dengan baik, namun melihat kondisi Kamtibmas yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini, maka perannya akan kami lebih giatkan, khususnya koordinasi dengan Babinkamtibmas yang ada di setiap keluharan," katanya. Pihaknya berharap semua pihak bisa menjalankan koordinasi dengan baik agar setiap indikasi terjadinya gangguan Kamtibmas bisa diatasi secara dini sehingga tidak cepat meluas. "Dan ke depan, ada juga pelatihan-pelatihan khusus terhadap petugas Babinmas ini. Supaya bisa mendeteksi penyimpangan dengan cepat. Kekompakan mereka ini harus terjalin dan diaktualisasi di tengah-tengah masyarakat," katanya. Dikatakannya, Babinmas menjadi ujung tombak yang berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. Mereka ini, menurut Musrifin harus mengetahui semua hal yang berkembang di masyarakat. Mulai dibangunnya kembali sistem deteksi dini di tingkat desa/kelurahan, bisa mencegah aksi-aksi yang mengganggu keamanan. "Warga bisa dilibatkan dengan saling memberikan informasi. Ke depan tentu saja harus ada evaluasi dari program ini," pungkasnya. aon
|