Kepala Badan Perbatasan Mundur2011-01-25 11:00:20
SAMARINDA, Kepala Badan Pembangunan, Pengelolaan Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BPPDT) Kaltim, Adri Paton mengundurkan diri. Dia menilai pembangunan perbatasan Kaltim-Malaysia yang dicanangkan pemerintah pusat, memang hanya janji belaka tanpa realisasi. "Dua tahun saya memimpin, tidak ada kemajuan setelah saya evaluasi. Terlebih lagi dengan aksi seperti ini, menunjukkan Badan Perbatasan tidak mempunyai kemampuan untuk membangun perbatasan," ujar Adri Paton di sela aksi unjuk rasa penumpang di Bandara Temindung, Samarinda. Meski belum menyampaikan pengunduran dirinya kepada Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Adri menyatakan tetap mengundurkan diri. "Belum ke Gubernur. Saya tetap mengundurkan diri," tutupnya. Tokoh masyarakat perbatasan, Oktavianus Daud Linjau dalam kesempatan yang sama, menyambut baik keputusan Adri Paton. Daud meminta pemerintah pusat dapat membuka mata dan telinga memperhatikan masyarakat perbatasan. "Kami ini juga WNI. Selama ini janji pemerintah bangun perbatasan hanya nol besar," kata Daud. Jangan sampai warga yang ada diperbatasan tersebut dibiarkan saja tanpa ada kepedulian dari pihak pemerintah. Selama ini para warga perbatasan kurang diperhatikan terlebih masalah transportasi yang semakin buruk. Diharapkan dengan adanya kejadian ini pemerintah bisa sadar dan memperdulikan warga yang berada di perbatasan. Mereka juga sempat mengancam jika tidak diperhatikan makan akan pindah malaysia dan memindahkan patok yang ada di Long Apung. aon/M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

R A B U
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...