Warga Dayak Segel Bandara Samarinda2011-01-25 11:03:05
SAMARINDA, Sekitar 50 warga suku Dayak Kenyah dari Apau Kayan, Kabupaten Malinau, menyegel Bandara Temindung Samarinda, Rabu (23/2). Mereka kecewa, karena tak terlayani penerbangan selama 2 pekan oleh Sabang Merauke Air Carter (SMAC), maskapai yang melayani penerbangan subsidi ke pedalaman Kaltim. "Mereka bilang tak ada penerbangan lagi ke perbatasan," kata Thomas Ngau, warga Apau Kayan, Rabu (23/2). Akibatnya, mahasiswa dan warga suku dayak tak bisa pulang ke kampung halamannya. Padahal di kampungnya, sedang musim panen. Aksi warga suku dayak ini diwarnai perusakan fasilitas bandara. Sejak pagi mereka menghandurkan fasilitas di ruang keberangkatan. Meja-meja pendaftaran penumpang dan timbangan untuk kargo juga dirusak. Ruangan ini porak poranda. Dari pengamatan Poskota Kaltim di lapangan, sejumlah pot-pot bunga, ruangan dan kaca-kaca di bandara juga jadi sasaran perusakan. Bahkan mereka menyegel pintu masuk bandara. Mereka memasang poster bertuliskan "Untuk sementara bandara kami tutup". Sejumlah unjukrasa merasa belum puas, akhirnya mereka menerobos masuk ke tunggu VIP. Mereka juga merobohkan pagar dan memecahkan sejumlah kaca di runag tunggu VIP Bandara Temindung. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya. Mereka sangat kecewa karena sebelumnya dijanjikan akan dilayani namun hingga hari ini janji tersebut belum juga bisa terpenuhi. Polisi yang menjaga aksi ini tak berbuat banyak. Polisi yang berjaga tak mampu menghalau perusakan yang dilakukan para pengunjukrasa. "Kami tidak perlu janji (pengoperasian pesawat ke perbatasan). Kami ingin bukti," kata seorang calon penumpang. Usai insiden pengrusakan tersebut tidak ada satupun dari pelaku yang diamankan kepolisian. Puluhan peralatan Dalmas seperti tameng dan rotan, hanya ditumpuk di atas truk tanpa dipergunakan sebagaimana mestinya. Sejumlah pejabat Pemprov Kaltim seperti Kepala Badan Pembangunan dan Pengelolaan Perbatasan Adri Paton serta Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain, terlihat di lokasi untuk menenangkan aksi warga perbatasan tersebut. Penjabat sementara (Pjs) Kepala Cabang SMAC Samarinda Oetay Ruchyat membenarkan penghentian operasional SMAC di Samarinda, termasuk keberangkatan pesawat ke kawasan perbatasan, Long Apung, Apo Kayan. Menurut Oetay, kebijakan penghentian operasional SMAC tersebut merupakan kebijakan kantor pusat SMAC di Jakarta. Ini adalah permintaan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah menyelidiki insiden jatuhnya pesawat SMAC. "Memang dari pusat yang meminta operasional dihentikan," katanya. Dalam hal ini pihak dari SMAC telah melakukan lobi terhadap pengelola Bandara Temindung dan maskapai lainnya yang ada di Samarinda. "Nanti akan ada penerbangan gratis 2 hari dan kemungkinan besar menggunakan Susi Air dan Kalstart," tambah Oetay. Setelah mendengar hasil keputusan maka sejumlah pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertip dan teratur. aon/M4n
|