Kebun Binatang Balikpapan Perlu Pengkajian2011-02-24 23:35:02
BALIKPAPAN, Usulan sejumlah warga Balikpapan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membangun kebun binatang seperti pernah ada tahun 1970 - 1976, kini mendapat dukungan dari DPRD Balikpapan, ini disebabkan kebun binatang memiliki kontribusi positif terhadap masyarakat, selain sebagai sarana rekreasia baru juga mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD). "Selaku anggota dewan kami sangat mendukung jika Balikpapan memiliki kebun binatang karena bisa menghasilkan PAD dan menjadi wahana rekreasi sekaligus menjadi obyek wisata kota,’’ kata anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, M Riza Permadi, kemarin. Pembangunan kebun binatang di Balikpapan ini, kata Riza, cukup penting apalagi fauna yang ada di dalamnya merupakan hewan-hewan asli Kalimantan yang kondisinya rentan kepunahan seperti bekantan, burung enggang, beruang madu, banteng Kalimantan serta sejumlah hewan langka lainya. ‘’Saya kira hewan-hewan langka ini bisa menarik para wisatawan untuk mengunjungi kebun binatang disamping kita upayakan hewan itu bisa berkembang biak selanjutnya di hutankan setelah jumlahnya dianggap cukup,’’ tandas Riza. Agar kebun binatang ini menjadi menarik, Riza menyarankan agar dibangun sarana out bound yang dikolaborasikan dengan keberadaan hutan kota tentunya supaya para pengunjung tidak bosan. "Nantinya para wisatawan bukan hanya sekedar berkunjung di kebun binatang tapi bisa juga menikmati fasilitas-fasilitas lainya yang ada di dalam kebun binatang itu sendiri termasuk menikmati keindahan kota Balikpapan," kata politisi asal PDI-Perjuangan ini. Sebelumnya, usulan sejumlah warga agar Balikpapan untuk membangun kebun binatang mendapat tanggapan positif dari pemerintah kota Balikpapan, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan, Drs Suryanto MM, pada dasarnya tidak ada masalah jika masyarakat menginginkan adanya kebun binatang di Balikpapan. "Namun, sebelum dibangun, perlu adanya perencanaan yang matang sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Untuk itu saya kira nggak masalah tapi untuk membangun kebun binatang harus ada studi kelayakan terlebih dahulu apakah kebun binatang ini layak dibangun atau tidak di Balikpapan," kata Suryanto. Menurut dia, studi kelayakan yang harus dilakukan, di antaranya lokasi pembangunan harus cocok dengan ekosistem hewan. Hewan apa saja yang bisa beradabtasi dengan kondisi yang ada di Balikpapan, manfaat kebun binatang ini serta fasilitas apa saja yang dibutuhkan untuk kegiatan pembangunan kebun binatang tersebut. "Jangan sampai hewan yang didatangkan tidak bisa beradaptasi sehingga mati semua. Jadi memang perlu kajian lapangan dan ajian-kajian lainnya sebelum dilakukan pembangunan kebun binatang ini,’’ terangya. Untuk lokasi kata dia, pihaknya sudah memiliki lahan di sekitar Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang berada di Km 23 Karang Joang, Balikpapan Utara. "Kalau lahan mungkin bisa kita bangun di kebun raya Balikpapan tapi kita harus lihat dulu hewan-hewan apa saja yang bisa beradabtasi dengan ekosistem disitu soalnya hewan itu sensitif," lanjutnya.max
|