Fit and Proper Test Hindari Salah Jabatan2011-02-24 23:52:19
SAMARINDA,Pemkot Samarinda melakukan reformasi di birokrasi, tujuannya untuk meningkatkan kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. Pemkot melaksanakan tes uji kelayakan dan kepatuhan (Fit and proper tes)) bagi kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan promosi jabatan. Kegiatan itu dijadwalkan selama 3 hari, 28 Februari-2 Maret. ”Penempatan pejabat, selain ada pertimbangan lain, juga sebelumnya melalui tim Baperjakat dengan pertimbangan kepangkatan, pengalaman kerja, masa kerja dan prestasi serta keahlian. Uji kelayakan ini bukan suatu penilaian dan mutlak, tapi suatu rekomendasi kepada walikota dalam menempatkan pejabat,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Fadly Illa, kepada jajaran kepala SKPD di ruang utama Balaikota, Kamis (24/2). Menurutnya, uji kelayakan ini nantinya akan kelihatan, pejabat itu cocoknya dimana untuk penempatan sehingga tidak terjadi kesalahan. Sebab didalam uji kelayakan ini ada psikotest dan wawancara. "Nanti akan kelihatan dimana mereka cocok ditempatkan dan juga menghindari anggapan asal penempatan saja, walaupun sepenuhnya untuk menempatkan pejabat sepenuhnya ada di walikota,” terangnya. Namun, lanjutnya dia. Uji kelayakan ini walikota mempunyai pertimbangan untuk menentukan berdasarkan rekomendasi yang diberikan tim uji kelayakan yang terdiri dari Universitas Mulawarman, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Kaltim dan Pemkot Samarinda. Kedepan uji kelayakan juga akan diterapkan bagi pegawai yang promosi jabatan. ”Uji kelayakan ini memang harus dilakukan karena sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, dimana sekarang ini pegawainya sudah banyak, jadi harus benar-benar dicari yang terbaik dari sekian banyaknya mereka yang berpeluang menempati jabatan struktural,” pungkasnya. john
|