Butuh Rp 120 Miliar untuk Pembelian Pesawat Kodam VI/Mulawarman2011-02-27 23:35:15
SAMARINDA, Kawasan perbatasan yang perlu penjagaan ketat, mendesak membutuhkan pesawat untuk dipergunakan mengawasi perbatasan. Untuk itu dibutuhkan anggaran sebesar Rp 120 miliar untuk pembelian pesawat yang nantinya akan dipergunakan untuk Komando Daerah Militer (Kodam)VI/Mulawarman. Rencana pembelian pesawat sebagai solusi pengamanan perbatasan yang lebih ketat itu, disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Hj Siti Qomariah. “Komisi II sudah berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung mencarikan pesawat untuk digunakan Kodam VI Mulawarman. Sudah ada satu pesawat yang kami lirik dengan spesifikasi potensi pesawat yang memadai digunakan bagi pengamanan perbatasan,” Kata Qamay – panggilan akrab Siti Qomariah. Lebih lanjut Qamay menambahkan, bahwa pencarian pesawat ke PT Dirgantara Indonesia pada, Selasa (22/2) lalu memiliki alasan kuat. Tanpa beli pesawat dari luar negeri, menurutnya membeli pesawat di Indonesia pun sudah cukup. Sebab di Indonesia produk terlengkapnya sudah bisa didapat di PT Dirgantara Indonesia. Bahkan ‘Negara Adidaya’ seperti Amerika Serikat, membeli produk pesawat buatan Indonesia. Bukan hanya Amerika, Korea Selatan dan Afrika juga sama halnya. Ketika berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia, Komisi II langsung tertarik pada pesawat seharga Rp 120 M tersebut. Sayangnya kata Qamay, dana yang disiapkan masih kurang. Masalah kekurangan itu, sebut Qamay, solusinya masih akan menunggu nanti, saat laporan ini disampaikan ke Pemerintah Provinsi. “Apakah akan mengusulkan tambahan dari APBN atau solusi lain. Yang pasti APBN dalam hal ini memiliki tanggung jawab terhadap perbatasan,” papar Qamay. Seandainya, sambung dia, jika Kaltim tetap ingin membeli pesawat seharga Rp 120 miliar dengan kapasitas 13 orang ini tanpa membeli cash, maka harus menempuh cara lain. Seperti dengan cara pembayaran secara bertahap. Hanya jika cara ini dilakukan tentu beban pembiayaannya lebih besar. Harapannya, jika pesawat ini dibeli, Qamay menuturkan perlunya maintenance yang baik untuk perawatan pemakaian pesawat. Agar pesawat bisa bertahan lama untuk jangka masa pakainya. “Jika memungkinkan, apabila maintenance-nya baik, masa pakai bisa sampai 50 tahun, sehingga pesawat bisa dioptimalkan penggunaanya,” pungkas Qamay. hms/adv
|