Utamakan Kualitas Pelayanan Hasil Kunker DPRD ke PDAM Bogor
2011-01-28 22:08:06
TANJUNG REDEB, Selama tiga hari, 23 hingga 25 Februari 2011, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, melakukan kunjungan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bogor. Kunjungan selama tiga hari tersebut dibenarkan Anggota Komisi III DPRD Berau, Kamaluddin.”Benar, selama beberapa hari dilakukan kunjungan, dan selama kunjungan diperoleh besar sejumlah masukan tentang bagaimana sebuah perusahaan daerah mengelola air bersih, dan kami akui banyak sekali nilai positif dalam kunjungan tersebut,”sebut Kamaluddin. Kamaluddin merasa salut dengan kinerja PDAM Kota Bogor, Jawa Barat, dan tercatat memiliki laba usaha mencapai Rp 25 miliar. Disamping memiliki laba dengan nilai fantastis, terkait pula dengan mutu layanan pelanggan. Disana, menurut Kamaluddin, komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan sangat baik. Dampak itu, kata dia, semua keluhan pelanggan dapat terserap dengan baik.”Jadi di sana kualitas pelayan menjadi hal utama,” ucap Kamaluddin. Demikian juga saat ada masalah, tutur Kamaluddin, mulai gangguan distribusi hingga tekhnis, cepat serta singap perusahaan segera melakukan komunikasi dengan pelanggan melalui media cetak dan elektronik. ”Cepat sekali, ada gangguan sedikit, segera diumumkan, tidak perlu berlama- lama sampai pelanggan jengkel karena merasa tidak pernah tahu jika ada gangguan,”sebut Kamaluddin. Menurut dia, pola cepat dan sigap tersebut perlu di contoh oleh PDAM Tirta Segah, utamanya kecepatan mengatasi keluhan serta percepatan informasi kepada pelanggan apabila ada gangguan.”Saya pikir, jika mungkin sistem PDAM Bogor bisa ditiru,”ucap Kamaluddin. Adobsi terhadap sistem kerja PDAM Bogor untuk aplikasi di PDAM Tirta Segah, Berau, menurut Kamaluddin, mendesak dilakukan . Desakan tersebut diakibatkan rendahanya mutu layanan perusahaan, diantaranya suplai air tidak lancar serta buruknya mutu air bersih. ”Semua harus diperbaiki, jika tidak maka seluruh dana terserap di PDAM tidak memiliki guna dan makna,” tegas Kamaluddin. Lanjut Kamaluddin, agar semua proses tersebut terjalani dengan baik, kepada legislatif diminta selalu melakukan pengawasan terhadap kinerja PDAM. ”Karena masih belum mandiri, PDAM harus diawasi secara ketat,” pungkas Kamaluddin. roz
|