Sejumlah Titik di Jl Gerilya RusakWarga Ancam Melakukan Aksi, Jika Kondisi Jalan Dibiarkan Rusak
2011-01-28 22:24:56
SAMARINDA, Akibat jalan yang rusak, sejumlah warga menanam pohon di tengah jalan. Masyarakat di Jl Gerilya merasa resah dan tidak nyaman dengan kondisi jalan yang semakin lama semakin parah. Warga membuat tulisan sebagai rasa kekecewaan mereka seperti "Bersama menanti Samarinda tapi jauh dari harapan" dan "Kami sudah cukup menderita dengan rusaknya jalan dan hilangnya air PDAM". Menurut Husen, warga Rt 57 Jl Gerilya, sudah seminggu ini jalan rusak itu ditanami pohon pisang. Masyarakat meminta sepanjang jalan Gerilya segera diperbaiki, sebab jika hujan jalan menjadi becek dan licin. "Kami sengaja menanam pohon ditengah jalan dan memberikan tulisan agar tuntutan kita segera ditanggapi," ujarnya, Senin, (28/2), saat dikonfirmasi Poskota Kaltim. Ditambahkannya, sejumlah masyarakat sepakat hendak melakukan aksi blokir jalan dan menahan truk bermuatan yang melintas di kawasan tersebut. Pasalnya, masyarakat setempat merasa geram dengan kondisi badan jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki. "Kalau ada truk, atau alat berat lainnya, akan kami tahan. Karena jika dibiarkan, jalanan di Gerilya ini bisa semakin parah. Sampai saat ini saja, protes kami untuk mendapatkan perhatian pemerintah belum direspon. Jalan Gerilya sampai sekarang masih rusak parah," katanya. Aksi protes warga itu terkait kondisi badan jalan rusak, kembali terjadi. Protes kali ini dituangkan melalui menanam berbagai macam pohon di setiap jalan umun yang berlubang. Aksi warga itu merupakan bentuk kekesalan mereka terhadap janji Pemerintah Kota (Pemkot), khususnya Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Samarinda, yang hingga kini tak kunjung melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan rusak di kawasan tersebut. Untuk menyampaikan aspirasi mereka, berbagai macam tulisan bernada protes juga dipasang warga di tengah jalan. "Kondisi jalan di Gerilya ini kualitasnya belum maksimal. Kalau ditambah dengan beban yang terlalu berat, ya akibatnya cepat hancur. Sedangkan pengusaha tambang yang beroperasi di wilayah Gerilya, kadang tidak mau peduli dengan kondisi badan jalan yang rusak ini," tandasnya. aon
|