Pupuk Bersubsidi Hilang Dipasaran 2011-01-29 15:40:37
PENAJAM, Para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk untuk kebutuhan pertanian mereka, kelangkaan pupuk bersubsidi mulai tgerjadi sejak awal tahun ini dan sekarang ini kesulitan itu benar-benar dirasakan. Pupuk jenis urea subsidi dari pemerintah ini mulai sulit ditemukan para petani akibatnya sangat berpengaruh terhadap pengembangan usaha pertanian rakyat ini. "Dimana penyebabnya itu masih dilakukan pencarian mudah-mudahan pihak dinas pertanian bisa memecahkan kesulitan yang dirasakan para petani di PPU ini," ujar Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Kabupaten (KPPK) PPU, Anwar Sanusi, kepada wartawan di Penajam, kemarin. Dia mengatakan, para petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi di beberapa agen resmi di PPU, apalagi saat ini sedang menghadapi musim tanam, sehingga jelas pupuk sangat dibutuhkan para petani, kemungkinan sengaja disimpan atau tidak itu yang belum kami ketahui namun berharap agar Dinas Pertanian bisa membantu para petani yang hidupnya bergantung dari pupuk. Menurut Anwar Sanusi, pupuk urea selama ini diproduksi di Kaltim melalui PT PUPUK Kaltim (PKT) Bontang, sayangnya ia mempertanyakan kenapa pupuk urea itu sekarang menjadi langka sebaliknya pupuk yang diproduksi dari luar Kaltim justru tidak ada masalah dan mudah didapatkan, seperti jenis TSP, TSL, KCL, NPK, ZA, SPS dan Phonska. Wakil Ketua Komisi II DPRD ini mengatakan, kelangkaan pupuk urea di PPU ini bisa jadi disebabkan dua hal, pertama apakah distributor memenuhi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun oleh kelompok tani (poktan) atau tidak, kedua kemungkinan ada penyimpangan dalam distribusi pupuk di tingkat agen resmi, misalnya pupuk subsidi yang seharusnya diberikan kepada para petani tapi dijual ke perusahaan-perusahaan. ‘’Kami masih akan telusuri kenapa justru pupuk produk PKT Kaltim itu justru hilang dari pasaran, sebaliknya pupuk produk luar tidak ada kesulitan untuk mencarinya, mudah-mudahan tidak sampai terkait masalah calo,’’ ujarnya. Menurut hematnya RDKK itu sangat penting, karena disusun oleh petani guna mengetahui berapa besar kebutuhan pupuk yang dibutuhkan para petani, selain itu kita juga menemukan masih ada poktan hingga kini belum membuat RDKK, pertanyaannya apakah disebabkan ketidakpahaman para petani dalam penyusunan RDKK atau kurang peduli terhadap RDKK. "Itu sebabnya, RDKK para petani akan mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di PPU," ujarnya. max
|