Pemkot Susun Program Tepian Mahakam2011-01-29 15:48:17
SAMARINDA, Setelah mengkonsentrasikan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Tepian Mahakam ke lahan disamping Masjid Darunni'mah Jl Slamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang, Pemkot akan menyusun program lanjutan membenahi Tepian Mahakam untuk dijadikan Taman Kota. "Sebenarnya awal bulan ini batas waktunya untuk merapikan Tepian Mahakam dari barang-barang PKL yang masih tertinggal. Untuk itu diperlukan kesadaran yang baik dan kerjasama dari PKL," ujar Wakil Walikota Samarinda, H Nusyirwan Ismail. Penataan Tepian Mahakam tersebut akan dilaksanakan dari dermaga Pasar Pagi Jl Gadjah Mada hingga kawasan pemusatan PKL di samping Masjid Darunni'mah. Dengan demikian, dia mengimbau PKL untuk dapat memaksimalkan lokasi yang telah ditentukan Pemkot. "Kami minta kesadaran PKL untuk tidak lagi keluar dari area tersebut. Begitu pula di daerah lainnya, untuk tidak berjualan di area yang melanggar," terangnya. Menurutnya, sejauh ini PKL sudah patuh terutama di Tepian Mahakam. Dan itu diharapkannya agar terus dilakukan. Karena berbagai upaya pembinaan tengah diprogramkan Pemkot. "Tepian Mahakam kalau sudah rapi, maka PKL akan dibina terus. Jadi kalau ada pihak perbankan, kita akan bina PKL. Ini bertujuan agar PKL dapat naik kelas dalam wirausahanya dengan memiliki toko sendiri," imbuhnya. Dalam hal ini semua pejabat eselon II dan III menjalani fit and proper test atau uji kelayakan. Oleh sebab itu kita belum bisa berbuat banyak sebab masih sibuk untuk uji kelayakan. "Jadi jangan diganggu dulu, biarkan para pejabat konsentrasi menjalani fit and proper test. Dengan begitu, waktu penataan Tepian Mahakam kita geser dulu waktunya," paparnya. Terpisah, Asisten I Bidang hukum dan Pemerintahan Setkot Samarinda, H Diwansyah mengatakan penataan Tepian Mahakam tetap berjalan. Tapi kami masih mengundur jadwal yang semula sebab para pejabat sedang ada fit and proper test. Disinggung soal deadline pemindahan bengkel bus dan mobil milik Sapulidi di Jl Gadjah Mada, samping terminal angkutan kota (angkot) Pasar Pagi, Diwansyah membenarkannya. Hal itu pun terpaksa diundur karena pengelola Sapulidi meminta waktu lagi. Alasannya, tempat baru di Sungai Kunjang belum siap. aon
|