Aset Perusda Milik Pemprov Kaltim DisidakPansus Evaluasi Rumuskan Opsi April Mendatang
2011-01-29 17:49:41
SAMARINDA, Evaluasi terhadap kinerja perusahaan daerah (Perusda) milik Pemprov Kaltim mulai dilakukan panitia khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Kaltim. Perusda yang dievaluasi pertama kali adalah Melati Bhakti Satya (MBS). Perusda MBS ini BUMD aneka usaha, dan salah satu kegiatan yang dievaluasi adalah kepemilikan pesawat perintis Airvan dan percetakan. Pansus Evaluasi Kinerja Perusda DPRD Kaltim memulakan sidaknya ke percetakan di Jalan Siradz Salman. Di percetakan tersebut, pansus yang diketuai Andi Harun ini melihat mesin percetakan milik pemprov yang saat ini sudah jarang dipergunakan. Andi Harun mengatakan, apa yang dilakukan pansus ini hanya untuk melengkapi laporan saja. “Namun tetap hasil dari laporan ini akan menjadi rekomendasi pansus untuk keterlangsungan perusda kedepan,” katanya. Sementara itu mengenai hasil tinjauan beberapa aset pemprov ini, Andi Harun menegaskan, akan membuat opsi-opsi untuk keterlangsungan perusda tersebut. Opsi yang akan dijadikan rekomendasi ini nantinya, akan disampaikan April mendatang. Untuk saat ini, lajutnya, belum ada kesimpulan berkaitan dengan hasil peninjauan pansus atas aset pemprov ini. Kemudian sidak dilanjutkan melihat pesawat perintis Airvan yang parkir di apron Bandara Temindung. Dari hasil peninjauan ini, lima pesawat yang dibeli Pemprov Kaltim dari Gippsland Aeronautica Australia ini hanya tiga yang layak terbang. Sementara dua pesawat lainnya kondisinya tidak layak terbang, karena satu pesawat rusak akibat jatuh di Long Layu. “Dan satu pesawat lainnya dikembalikan ke importir, lantaran kondisinya tidak baru lagi. Pesawat itu pernah dipakai untuk demo flight (demo penerbangan). Uangnya pun sudah diganti oleh importer dan kini dititipkan di kejaksaan,” kata Direktur Perusda MBS Sabri Ramdani, kemarin. Sedangkan pesawat yang jatuh di Long Layu, lanjutnya, sudah diklaim ke asuransi dan saat ini sedang diproses pembayarannya. fer
|