Dishub Kukar Jangan Tutup MataBanyak Truk Batubara dan Kelapa Sawit Lintasi Jalan Tenggarong-Samarinda
2011-01-29 17:52:39
TENGGARONG, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara diminta untuk tidak tutup mata menyikapi banyaknya truk batubara dan kelapa sawit yang melintasi jalur dua Tenggarong-Samarinda pada malam hari. Kondisi tersebut, menjadikan jalan jalur dua Tenggarong Seberang banyak yang rusak dan hancur. “Kami minta pihak Dinas Perhubungan bisa mengambil tindakan tegas, melakukan pelarangan kepada pengusaha batubara dan kelapa sawit untuk tidak pengangkut batubara dan kelapa sawit di jalan umum jalur dua Tenggarong Seberang membuat kondisi jalan semakin hancur,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kukar H Awang Yacoub Luthman kepada Poskota Kaltim usai rapat dengar pendapat, diruang Komisi II bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Selasa (1/3) siang kemarin. Jalan jalur dua Tenggarong Seberang-Samarinda sudah lama digunakan untuk melintasi truk batubara dan kelapa sawit khususnya pada waktu malam hari, namun pihak terkait sepertinya kurang memperhatikan kondisi tersebut, sehingga semakin lama kerusakan yang ditimbukan semakin parah. Tambah Awang Yacoub, apalagi dalam waktu tak lama ini, Kukar akan menjadi tuan rumah pelaksanaan PENAS 2011. "Tinggal beberapa bulan PENAS di gelar di Kukar. Kami melakukan dengar pendapat dengan pihak Dinas PU Kukar, khususnya mempertanyakan masalah infrastruktur jalan yang nantinya menjadi akses untuk pelaksanaan PENAS. Pada dasarnya ada kemajuan dalam persiapan itu, namun kondisi kerusakan jalan jalur dua Tenggarong perlu perhatian serius, jangan sampai ketika sudah direhab nantinya akan rusak lantaran beban berat kendaraan yang melintas tiap hari dijalur tersebut. Sebab percuma saja diperbaiki kalo kendaraan berat masih melewati jalur itu,” papar Awang Yacoub Luthman. Awang juga menjelaskan, hasil dari dengar pendapat dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU), bahwa menjelang pelaksanaan PENAS sejumlah akses jalan yang nantinya digunakan untuk kegiatan pelaksanaan PENAS sudah ada peningkatan perbaikan, seperti akses jalan Bukit Biru ke Loa Janan, kemudian akses jalan Desa Bukit Raya ke Perjiwa, Bukit Raya ke Jongkang, Jalur Dua Tenggarong Seberang. “Kemudian juga masalah penyedian air bersih juga sepertinya tidak masalah, untuk kelancaran kegiatan PENAS nantinya,” tandas Awang. awi
|