Pohon Penghijauan Kota Dipangkas Demi Keamanan2011-03-03 00:34:36
TENGGARONG,Ratusan pohon penghijauan kota yang sengaja ditanam di pinggir jalan dan taman Kota Tenggarong sudah rimbun dan berumur. Demi kemanan, pohon-pohon tersebut harus dipangkas, agar tidak berbahaya bagi pengguna jalan dan rumah penduduk yang berada di sekitar pohon. Selain itu, pemangkasan pohon tersebut juga mengantisipasi kemungkinan dahan-dahannya yang rindang itu mengganggu kabel listrik, apalagi jika dahannya patah akibat usia maupun tumbang akibat angin kencang yang akhir-akhir ini sering terjadi. Pemangkasan pohon itu sendiri sudah berlangsung sejak pertengahan Februari lalu oleh petugas Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) dan pemangkasan terus dilakukan sampai semua pohon yang dianggap sudah tua dan terlalu rindang di dalam kota Tenggarong itu dianggap aman, baik bagi pengguna jalan maupun masyarakat yang rumahnya berada dekat pohon. Kemarin (Rabu 2/3) tampak puluhan petugas KKP memotongi dahan dan ranting pohon di Jalan Cut Nyak Din dengan menggunakan gergaji mesin (chain saw) dan dibantu sebuah truk crane. "Pemangkasan pohon ini selain disebabkan usia pohon relatif sudah tua, juga antisipasi pohon tumbang. Karena akhir-akhir ini kondisi cuaca cukup ekstrim terutama jika terjadi hujan yang disertai angin kencang. Apalagi kondisi pohon banyak yang lapuk, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat umum," terang Kepala KKP Kukar diwakili Kepala Seksi Pertamanan KKP Kukar Edi Sujarwo yang memimpin langsung pekerjaan pemangkasan pohon kemarin. Dijelaskan, pemangkasan ini tidak perlu dicemaskan terutama bagi pecinta lingkungan karena dalam waktu tiga bulan kedepan pohon yang kini hanya tinggal dahan itu akan kembali rimbun menghijau seperti sediakala. Lanjut dia, pekerjaan pemangkasan pohon ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Diantaranya Dinas Kehutanan, Satlantas Polres Kukar, Kecamatan Tenggarong, serta Bidang Lalin dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perhubungan Kukar. Menurutnya, pohon penghijauan di pinggir jalan yang telah dipangkas sudah mencapai 70 an pokok pohon. Sedangkan jumlah pohon di dalam kota Tenggarong yang dijadikan target sasaran untuk dipangkas mencapai sekitar 150 pohon. Ditambahkan, dalam pelaksanaan pemangkasan ini KKP selalu didampingi aparat LLAJ Dishub Kukar. Tugasnya mengatur lalu lintas terutama saat pohon dalam proses pemangkasan. Sehingga dahan yang dipotong tidak membahayakan pengguna jalan. Dahan dan ranting yang dipangkas langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Teriti. "Bagi warga yang ingin memanfaatkan dahan dan ranting kayu yang telah dipangkas kami persilahkan mengambilnya. Jika ada warga butuh lebih banyak kayu-kayu itu, kami juga bisa mengantarkannya ke tempat yang dinginkan secara gratis,” kata Edi. Terkait pemangkasan pohon dimaksud, sebelumnya Kepala KKP Kukar H Masrun Effendy, mengakui bahwa dalam melakukan pemangkasan pohon penghijauan kota selayaknya harus diawali dengan simulasi melalui program komputer. Dengan bantuan komputer kita bisa mengamati dari berbagai sudut pandang, bagian mana saja yang harus dipangkas. Sehingga pohon sebagai salah satu penghasil oksigen bagi kota tetap terjaga keindahannya," ungkap Masrun. Namun untuk melakukan hal itu. Marsun mengatakan pihaknya belum memiliki program komputer sebagaimana dimaksud. yd
|