Kasat Reskoba Samarinda Dinilai Lecehkan Wartawan2011-01-30 07:26:52
SAMARINDA,Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polresta Samarinda Kompol Fajar Nuardimin dinilai telah melecehkan sejumlah wartawan elektronik, saar digelar pers realese tangkapan narkoba di Ruang Kasat Narkoba Polresta Samarinda, Rabu (2/3). Saat sejumlah wartawan elektronik ingin merekam, Kasat Narkoba Kompol Fajar Nuardimin justru menyampaikan kalau dirinya tak butuh direkam dan tak butuh wartawan elektronik. Dirinya hanya membutuhkan wartawan cetak. Pernyataan Kompol Fajar Nuardimin membuat sejumlah wartawan kaget dan tak menyangka. Karena tersinggung, sejumlah wartawan elektronik dan cetak langsung meninggalkan pers realese di ruang kerja Kasat Narkoba Polresta Samarinda. "Saya tidak mau direkam. Tulis saja," kata Fajar Nuardimi. Melihat penolakan tersebut, wartawan berusaha menjelaskan keinginan untuk merekam pernyataan resmi tersebut sehingga tidak mengakibatkan kesalahan kutipan dan pemberitaan. Mendengar penjelasan tersebut, Fajar lagi-lagi menolaknya. "Tidak, saya tidak mau direkam. Tulis saja,lagi pula saya Saya tidak perlu wartawan untuk merekam, wartawan Radio, saya perlunya media cetak," kata Fajar yang juga ditujukannya kepada wartawan elektronik radio dan televisi yang saat itu hadir dalam acara Pers Release. Menurut salah satu wartawan elektronik Saud Rosyadi, dirinya tidak terima dengan sikap beliau (Kasat Narkoba, red) yang melecehkan wartawan elektronik. "Kami meminta kepada Kasat Narkoba untuk meminta maaf dan bersikap baik kepada sejumlah wartawan, baik cetak dan elektronik," ujar Saud, Rabu (2/3), saat di Polresta Samarinda. Dia menegaskan, selama wartawan mencari berita di Polresta Samarinda, baru kali ini dilecehkan oleh aparat kepolisian, khususnya Kasat Narkoba. "Kami juga meminta kepada Kasat Narkoba Fajar Nuardimin untuk tidak mendidkriminasikan antara sejumlah wartawan media Cetak dan Elektronik di Samarinda," tandasnya. "Kami kan hanya memberitakan soal penangkapan Narkoba bukan menjelek-jelekan Polisi. Kalau berita ini diangkat kan ada nilai positif dan menguntungkan beliau, kenapa harus ada diskriminasi," lanjutnya. Sementara koresponden Antara, Amirullah, menyampaikan maksud dari sodoran alat perekam ke meja Fajar Nuardimi agar dalam pemberitaan tidak melakukan kesalahan dalam pengutipan pemberitaan, mengigat kasus narkoba adalah berkaitan dengan persoalan hukum. "Seperti biasa, wartawan merekam pembicaraan narasumber. Apalagi ini konferensi pers yang digelarnya," tegas Amirullah. Sementara itu Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol I Nyoman Mertha Dana hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan. "Saya menyampaikan permintaan maaf kepada teman-teman wartawan. Tidak ada maksud membeda-bedakan wartawan yang menjadi mitra Polri," kata Mertha Dana. aon/M4n
|