Harus Tegas Soal BSB2011-01-30 23:22:27
SAMARINDA,Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Saifuddin DJ mendesak kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar memiliki keberanian untuk lebih tegas terhadap kelanjutan Bandara Sungai Siring (BSB). Desakan ini terkait masih banyaknya permasalahan yang ditinggal Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, meskipun pelimpahan kelanjutan telah diserahkan kepada Pemprov Kaltim. “Meskipun pelimpahan kelanjutan proyek diserahkan, namun persoalan permasalahan seperti dengan PT Nuansa Cipta Relatindo (NCR) tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Samarinda untuk menyelesaikan,” ucap Saifuddin. Namun demikian, Saifuddin menekankan, bahwa pemprov seharusnya juga bisa tegas mengambil keputusan. Saifuddin melanjutkan, bahwa Komisi III pun juga sudah sepakat untuk mewacanakan bahwa pembangunan bandara sebaiknya dipindahkan ke Loa Kulu saja, meskipun ini akan ada yang dikorbankan terutama soal dana, namun pilihan ini menurutnya akan jauh lebih baik ketimbang menunggu ketidakseriusan pihak-pihak terkait menyelesaikan persoalan BSB. “Akan lebih banyak lagi yang dirugikan apabila melihat ketidakseriusan pihak-pihak terkait dalam penyelesaian BSB, minggu ini rapat, tiga minggu kedepan baru dibahas lagi,” pungkas Saifuddin. Seperti diketahui, utang PT NCR kepada Bank Pembangunan Daerah Kaltim (Bankaltim) sebesar Rp 100 miliar sudah berapa banyak bunga yang harus dibayarkan. Ini merugikan Bankaltim, dalam hal ini pun adalah uang rakyat Kaltim. Tak bermaksud mengucilkan Samarinda, melihat APBD Kutai Kartanegara yang lebih besar dibanding APBD Kota Samarinda, tentu ini akan memudahkan dalam pembangunan. Sehingga Saifuddin kembali menegaskan efektif dan efisiennya alangkah lebih baik jika pembangunan dialihkan ke Loa Kulu saja. Menyangkut hajat hidup orang banyak dan sangat besar harapan masyarakat Kaltim agar bandara bisa segera dibangun, maka langkah tepat harus segera diambil oleh Gubernur Kaltim sebagai Top Eksekutif. ”Ini kebutuhan yang tak bisa ditunda terus menerus, jadikan ini jenjang prioritas, daripada resah menunggu yang justru hanya akan lebih banyak menimbulkan kerugian, maka pindahkan pembangunannya,” tegas Saifuddin. hms/adv
|