Kapolresta Samarinda Tegur AnggotanyaSoal Pengusiran Wartawan Elektronik
2011-01-30 23:37:29
SAMARINDA,Aksi pengusiran yang dilakukan perwira menengah jajaran Poltabes Samarinda terhadap wartawan media elektronik di kantornya, Rabu (2/3) lalu mendapat perhatian Kapoltabes Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah Sik. Kepada Wartawan diruang kerjanya, Kapoltabes Samarinda mengaku telah menegur terhadap anggotanya yang dinilai terlalu arogan. Pada kesempatan itu, Arkan menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers atas apa yang dilakukan anggotanya. "Saya atas nama Kapoltabes Samarinda, saya meminta maaf atas apa yang dilakukan anggota saya, Semestinya dia tidak melakukan hal itu, apalagi itu dilakukan oleh seorang perwira. Kapolri saja mau disorot, kenapa kita yang "krucu" bertingkah," kata Arkan. Menurut dia, media harus percaya bahwa jajaran Polresta Samarinda sangat menghargai kinerja rekan media di jajaran Poltabes Samarinda, apalagi hubungan yang terbina selama ini sudah sangat baik. Jangan sampai kejadian ini membuat hubungan media dengan jajaran kepolisian menjadi renggang. Keberadaan media lanjut Arkan, merupakan rekan kerja aparat kepolisian di masyarakat. "Terus terang saya mengontrol anggota saya melalui media, kinerja anggota maupun saya sendiri baik atau tidak akan terlihat dari media," kata Arkan. Sebelumnya Kasat Reserse Narkoba Polresta Samarinda Kompol Fajar Nuardimi dinilai telah mengusir pewarta yang bermaksud merekam pernyataannya. Ulah perwira menengah Polri itu dilakukannya saat akan menggelar konferensi pers kasus narkoba yang berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Narkoba yang dipimpinnya. Saat akan memberikan keterangan kepada wartawan media harian lokal, sejumlah wartawan media nasional menyodorkan alat perekam ke meja kerja Fajar Nuardimi. Melihat sodoran perekam wartawan, Fajar menolak dengan alasan pernyataannya hanya ingin ditulis. "Saya tidak mau direkam. Tulis saja," kata Fajar Nuardimi di ruangannya, Rabu (2/3/2011), di hadapan wartawan. Melihat penolakan tersebut, wartawan berusaha menjelaskan keinginan untuk merekam pernyataan resmi tersebut sehingga tidak mengakibatkan kesalahan kutipan dan pemberitaan. Mendengar penjelasan tersebut, Fajar lagi-lagi menolaknya. "Tidak, saya tidak mau direkam. Tulis saja," ujar Fajar. Tidak cukup sampai di situ, Fajar kembali melontarkan kata-kata yang lebih keras. "Saya tidak perlu wartawan untuk merekam, wartawan radio, saya perlunya media cetak," tambah Fajar yang juga ditujukannya kepada wartawan elektronik radio dan televisi. M4n
|