Walikota Tegaskan Ahmadiyah Harus Dibubarkan2011-01-30 23:38:10
SAMARINDA, Jemaah Ahmadiyah Indonesia semakin terpojok. Sebelumnya mereka batal menemui Walikota Samarinda, Rabu (2/3) kemarin. Lalu, Walikota Samarinda kembali mempertegas bahwa pembubaran organisasi yang dianggap menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah harga mati. Pembubaran ini tidak hanya untuk kepentingan warga Ahmadiyah, tetapi juga demi keamanan kota Samarinda, yang hingga saat ini sangat kondusif. "Kita tidak mau kota Samarinda yang kita cintai ini terjadi kerusuhan massal, akibat ulah segelintir orang yang sengaja berusaha mengganggu ketertiban," kata Syaharie Jaang kepada Poskota Kaltim di Lembusuwana, Rabu (2/3). Syaharie Jaang kembali mempertegas bahwa rencana pertemuan dengan pihak Ahmadiyah adalah untuk kembali mempertegas bahwa SK Walikota tidak bisa ditawar lagi. Pada kesempatan itu lanjut Syaharie Jaang, pemerintah kembali mempertegas agar JAI segera menurunkan plang organisasi mereka di Mesjid. "Mereka juga harus menempatkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa masjid mereka yang berada di Sungai Kunjang tidak lagi digunakan untuk sarana peribadahan," tegas Syaharie Jaang. Sementara itu, Kapoltabes Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah SIk kembali menegaskan bahwa aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan kepada Jemaat Ahmadiyah di Samarinda. Pengamanan ini, lanjutnya merupakan tindakan perpentif yang dilakukan untuk pengamanan wilayah. "Tidak hanya jemaat Ahmadiyah yang akan diamankan, namun juga warga masyarakat yang ada dikota Samarinda," kata Arkan. Hal ini, kata dia, bagian dari upaya persuasif yang dilakukan pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya gesekan antar warga yang bisa berimbas jadi kerusuhan, seperti yang terjadi didaerah lain. "Benar-benar pencegahan ekstra untuk mengantisipasi kejadian di daerah lain terjadi di Samarinda," kata Nyoman. Selain pengamanan di beberapa tempat, pihak Polresta Samarinda juga melakukan pemantauan melalui satuan intelijen, dan juga memaksimalkan kegiatan patroli, khususnya melalui Babinkamtibmas di 6 Polsek di Samarinda. M4n
|