Tari Massal "Merajut Nusantara" Libatkan 500 PenariPembukaan Penas KTNA Dipastikan Meriah
2011-02-02 04:17:10
TENGGARONG, Memeriahkan acara pembukaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIII 2011 di Kutai Kartanegara pada tanggal 18 Juni mendatang, panitia melalui Komunitas Seni dan Budaya Seraong Kaltim merekrut 500 penari massal. Menurut Direktur Komunitas Seni Budaya Seraong Kaltim, H Misra Budiarto, para penari yang dilibatkan dalam Sendratari berjudul ”Merajut Nusantara” yang akan menjadi puncak kemeriahan pembukaan peresmian Penas KTNA XIII itu telah melalui proses seleksi yang dilakukan selama 3 bulan terakhir ini. "Seleksi kami lakukan cukup ketat, karena ini merupakan event nasional bahkan internasional karena ada beberapa undangan dari negara lain. Salah sedikit saja akan mencoreng nama daerah dan bangsa Indonesia pada umumnya,” kata Misra Budiarto, Minggu (6/3).Dijelaskan, untuk seleksi calon penari massal ini ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi Yaitu memiliki tinggi badan minimal 155 cm untuk putri dan 160 cm untuk penari putra. Kemudian tes wawancara dan tes dasar menari. Dari ketiga tes ini menurut Misra, puluhan calon peserta tersingkir karena tidak memenuhi syarat. Sedang untuk tes wawancara, materinya difokuskan pada wawasan budaya dan nasionalisme peserta dan untuk tes menari ditekankan pada keluwesan dan kemampuan olah tubuh lainnya. Lanjut Misra, untuk pelaksanaan menyeleksi calon penari massal ini pihaknya menurunkan 20 personil dari berbagai pihak terkait, dan kemarin (Minggu 6/3) tahapan itu sudah diselesaikan dengan baik sehingga didapat 500 orang penari yang siap menghibur undangan di pembukaan Penas KTN nanti. Sebelum latihan dimulai, rencananya hari ini (Senin 7/3) sore terlebih dahulu diberikan pengarahan bagi semua penari dan pendukung tari massal yang akan dilakukan di halaman parkir gedung Putri Karang Melenu Tenggarong Seberang. Mengenai sendratari massal "Merajut Nusantara" ini, Misra yang juga sebagai Penata Artistik tari massal tersebut merupakan sebuah garapan tari yang secara kereografis menggambarkan aktivitas tani dan nelayan nusantara. Seperti ada gerakan pak tani menanam padi dan ibu tani yang menumbuk gabah serta nelayan yang sedang menebar jala. Untuk kostum penari putra dan putri ada 8 jenis kostum dari 19 pakaian khas daerah nusantara dan 3 lainnya pakaian khas Arab, Cina dan India yang berbeda baik bentuk, corak warna maupun modelnya. Untuk kesempurnaan sendratari yang berdurasi 25 menit itu, lanjut Misra pihaknya akan melibatkan konsultan tari bertaraf Internasional yaitu kerografer Tom Ibnur dan konsultan komposer musik Syamsir keduanya dari Jakarta. yd |