Gepeng di Citra Niaya Kian Marak 2011-02-02 04:25:27
SAMARINDA, Aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan Citra Niaga belakangan ini kian dikeluhkan pedagang yang berada didaerah tersebut. Bukan hanya membuat semakin kumuh, maraknya gepeng yang berkeliaran di kawasan itu juga membuat penggunjung enggan datang dan berbelanja di kawasan Citra Niaga tersebut. Seperti yang dituturkan Laude (40), pedagang aksesoris khas Kalimantan di kawasan Citra Niaga, kepada harian ini, Minggu (6/3). Menurut Laude, akibat maraknya gepeng yang berkeliaran di kawasan Citra Niaga, banyak pengunjung yang enggan berbelanja. "Apalagi pengunjung dari luar daerah, mereka banyak mengeluhkan gepeng-gepeng itu. Karena kalau sudah berbelanja pasti akan terganggu karena satu persatu gepeng datang hanya untuk meminta uang," kata Laude. Dalam satu hari, jumlah gepeng yang datang ke kiosnya bisa mencapai 5 sampai 7 orang. Hal itu membuat Laude merasa dirugikan dan terusik dengan adanya sejumlah gepeng tersebut. "Iya kalau sudah ada yang membeli. Ini belum juga dagangan laku, sudah ada gepeng yang datang dan meminta uang. Padahal kalau dilihat fisiknya masih mampu bekerja," ujarnya. Parahnya gepeng yang banyak berkeliaran di kawasan Citra Niaga jika tidak diberi uang, balik memarahi pedagang yang berjualan di kawasan Citra Niaga. "Kalau saya tanya mengapa tidak mencari pekerjaan yang lain, jawabnya pasti marah-marah. Katanya ini juga pekerjaan," tuturnya. Kepala Satpol PP Kota Samarinda H Ruskan menegaskan, pihaknya saat ini tengah berupaya melakukan penertiban terhadap gepeng, yang banyak berkeliaran di kawasan-kawasan keramaian, maupun lingkungan penduduk. "Kami akan ambil tindakan berupa penertiban nantinya. Namun kami juga perlu waktu karena banyak persoalan dalam kota yang juga harus segera mendapat penanganan. Seperti masalah PKL di pinggir Sungai Mahakam," tukasnya. aon |