Isu Penculikan Resahkan Warga SamarindaKasat Binmas Datangi Sekolah Beri Pemahaman
2011-02-05 19:02:09
SAMARINDA, Maraknya isu penculikan anak yang tersebar melalui pesan singkat (SMS) dan juga foto copian yang ditempel di sekolah-sekolah membuat warga Samarinda resah. Isu yang beredar melalui telepon genggam sejak 2 pekan tarakhir itu bahkan dibahas saat berlangsung rapat koordinasi (rakor) muspida di Polresta Samarinda, Jumat pekan lalu. "Isu itu sempat menjadi salah satu bahasan saat berlangsung rakor muspida yang juga dihadiri Walikota Samarinda Sjaharie Jaang. Pada rakor itu, pak Kapolresta Samarinda, telah menegaskan bahwa isu itu tidak benar dan menyesatkan," kata Kasat Bimmas Polresta Samarinda, Komisaris Polisi Musrifin Umar. Atas dasar itu lanjutnya dia menghimbau agar warga kota Samarinda tidak resah dan mempercayai pesan singkat tersebut. "Kami telah menempelkan himbauan agar masyarakat khususnya orang tua untuk tidak percaya dengan isu penculikan itu dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat menimbulkan keresahan," katanya. Tidak hanya itu, tegasnya, kunjungannya ke sekolah-sekolah, Selasa (8/3) ini merupakan satu cara bahwa himbauaan aparat kepolisian ini sampai kepada mereka. Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah membuat surat perintah kerja bagi jajaran Binmas se Polresta Samarinda, khususnya yang berada di tingkat Polsek untuk setiap saat mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya, khususnya untuk memberikan penyadaran kepada warga agar tidak perlu khawatir. "Saya sudah buat TR kepada jajaran Binmas di tingkat Polsek untuk giat memberikan pengertian kepada guru dan orang tua siswa agar tidak terlalu mempercayai isu tidak benar itu," kata Musrifin. Sementara, salah seorang warga Samarinda, Ny Tri mengaku sejak isu tentang penculikan anak disertai pengambilan organ tubuh itu merebak, anaknya yang sekolah di SD 006 Jl dr Sutomo ketakukan. "Sejak ada isu itu, anak saya tidak mau pergi ke sekolah jika tidak diantar. Padahal selama ini anak saya pergi ke sekolah sendiri, sebab jarak sekolah dengan rumah hanya beberapa meter," kata Ny Tri. Bahkan, dia mengaku sempat menerima pesan singkat melalui telepon genggamnya terkait aksi penculikan itu. "Pada pesan singkat itu tertulis himbauan Kapolres namun tidak disebutkan di daerah mana. Isi pesan singkat itu juga menyebutkan plat kendaraan yang digunakan pelaku serta ciri-cirinya sehingga kami jelas sangat khawatir," katanya. "Bukan hanya saya tetapi beberapa orang tua dari teman sekolah anak saya juga menerima pesan serupa. Bahkan sekarang, banyak orang tua yang terpkasa menjemput anaknya karena khawatir dengan isu itu," ujar Ny Tri. M4n
|