Walikota Minta Memangkas Pohon Pengganggu Jaringan Listrik

2011-02-05  2011-02-05

BALIKPAPAN, Keluhan pelanggan dan masyarakat Balikpapan karena seringnya listrik PLN padam dalam waktu cukup lama mengakibatkan beberapa kasus muncul seperti kebakaran rumah warga, gagalnya home industrie rumah tangga yang tengah membuat kue untuk dijual juga mengakibatkan keluhan lain dari para siswa karena tidak bisa belajar sebab gelap.
Menyikapi masalah ini, walikota Balikpapan Imdaad Hamid SE memerintahkan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) dan Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) untuk memangkas pohon-pohon yang dianggap rawan mengganggu jaringan listrik PLN maupun aktivitas lalu lintas, menyusul musibah angin gusty yang terjadi pada Minggu (6/3) lalu.
Penekanan Walikota mulai dari penanganan di lapangan sampai pemotongan pohon yang rawan terjadi gangguan listrik PLN yang akhirnya membuat pelanggan dan masyarakat mengeluh, kami akan melaksanakan perintah walikota.
"Mudah-mudahan setelah kami pangkas pohon-pohon yang mengganggu jaringan listrik gangguan tidak terjadi lagi," kata Kepala BPBK Pemkot, Suseno ATD, kemarin.
Suseno mengatakan, pada saat musibah seperti yang terjadi kemarin saat hujan lebat dan angin kencang maka pemangkasan pohon tidak hanya dilakukan DKPP sebagai instansi yang berwenang, tetapi juga melibatkan petugas BPBK termasuk Dinas Perhubungan (Dishub).
‘’Kalau darurat seperti ini semua bergerak membantu, karena tidak hanya DKPP yang punya alat potong Dishub dan kita dari BPBK juga punya chain saw pemotong tapi pembagian tugas harus sinergi,’’ terang Suseno.
Namun, ia menambahkan, untuk kondisi normal pengawasan pohon yang dianggap rawan memang menjadi kewenangan DKPP melalui Bidang Pertamanan sedangkan  pemangkasan pohon juga tidak sembarangan, diperlukan izin mengingat aturan lain yang berkaitan dengan lingkungan hidup sedangkan kawasan yang paling rawan pohon tumbang berada di sepanjang JL. Soekarno-Hatta.
Ditanya apakah semua pohon yang ada dipinggir jalan yang bersentuhan dengan jaringan listrik dipangkas atau dipotong, Suseno mengatakan tidak semua lokasi atau semua pohon dipotong, harus lihat dulu mana yang benar-banar rawan baru dipangkas itupun tidak semua habis dipangkas hanya sebagian batang pohon saja.
Disinggung musibah angina kencang dan hujan sangat lebat, BPBK langsung menurunkan anggota untuk mengatasi kerusakan yang dialami sejumlah warga khususnya di kawasan Km 12 Kelurahan Karang Joang dimana ada 9 rumah warga yang rusak akibat pohon tumbang dan pohon tumbang yang masih dipotong mengecil untuk mempermudah evakuasi.
Menurut Suseno, diperkirakan ada puluhan pohon dengan diameter cukup besar yang tumbang di beberapa lokasi sementara untuk banjir tidak menimbulkan korban hanya mengakibatkan kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan, seperti di kawasan Muara Rapak, jln. Mulawarman mulai depan PLN dan Gunung Sari depan eks Puskib sedangkan kerugian material belum bisa dihitung  karena kita masih invetarisir apa saja kerusakan yang terjadi.
Disinggung soal bantuan, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Dinakersos) juga sudah menyalurkan paket natura, berupa sembako untuk kebutuhan pangan sedangkan untuk bantuan dana, masih diinventarisir namun natura sudah kita berikan pada korban, kalau untuk dana untuk perbaikan atau lainnya memang belum. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

R A B U
R A B U
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1230 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...