Minta Kelulusan Pra UN Dievaluasi Dewan Komisi IV Kecewa
2011-02-05 19:30:54
BALIKPAPAN,Tingkat kelulusan pra ujian nasional (UN) yang hanya mencapai 60 persen, ternyata mendapat sorotan DPRD Kota Balikpapan. Alasannya, angka tersebut masih jauh dari harapan kelulusan 100 persen di tahun 2011 ini. Ketidakpuasan itu pun diungkapkan Ketua Komisi IV, Sri Hana. Menurutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) harus segera mengevaluasi. “Harus ada evaluasi agar pencapaian UN tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu mencapai 90 persen lebih, harusnya lebih baik,” terang Sri Hana di kantornya, pada Selasa (8/3). Dia menegaskan, evaluasi dari berbagai aspek segera mutlak dilakukan. Sebab, jika tidak, hasil tahun ini tingkat kelulusan bisa semakin menurun. Waktu yang tersisa mesti dimanfaatkan Disdik dan masing-masing sekolah untuk memaksimalkan persiapan jelang UN sesungguhnya. “Harus ekstra. Evaluasi mata pelajaran yang kurang seperti Matematika dan Bahasa Inggris. Fokus di dua mata pelajaran itu, karena ini sering jadi momok buat siswa,” katanya. Sri Hana menyebutkan, kesulitan siswa lebih disebabkan mental yang masih kurang matang. Sehingga dalam mengisi soal-soal, terkadang siswa juga ikut tidak maksimal. “Mental yang perlu diperhatikan,” sebutnya. Seperti diberitakan, pra-UN yang dilaksanakan pada 21 Februari itu hanya 60 persen dari 15 ribu lebih siswa SMA dan SMP sederajat se-Balikpapan. Artinya, lebih dari 5 ribu siswa yang tidak lulus. Tahun ini Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menghapus UN ulangan, bagi yang tidak lulus. Selain itu, dia memberikan alasan, salah satu faktor yang mendorong siswa tak lulus UN juga karena tuntutan kenaikkan standarisasi nilai kelulusan. Dari angka 5,25 tahun lalu menjadi 5,50. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan Drs Syahrumsyah Setia MSi, melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Hendrik mengatakan, meski hasilnya rendah, namun itu tergolong wajar. UN tidak serta mereta menjadi penentu kelulusan. Sebab, UN hanya member pengaruh 60 persen tingkat kelulusan siswa. Sedangkan hasil ujian sekolah (UAS), memberi kontribusi sebesar 40 persen. “Karena memang bobot standar soal dari Badan Nasional Standar Pendidikan, kami menggunakan parameter soal sesuai standar kompetensi pada UN nanti,” ungkapnya usai coffee morning, Senin lalu. Kembali Sri Hana, berharap, dalam menghadapi ujian tidak hanya dibebankan kepada guru, tetapi diperlukan peran orangtua membantu kesiapan anak. “Guru dan orang tua memiliki andil dalam menyukseskan ujian nasional,” harapanya. Sementara mengenai hasil pra-UN yang belum maksimal karena kurangnya seriusnya siswa, dia mengaku, tidak setuju. Semestinya para siswa menyadari, pra-UN adalah patokan hasil UN. ”Supaya benar-benar serius, maka penguatan mental dengan tes daya serap (TDS, Red) harus dilakukan bagi persiapan mental siswa. Try out juga harus dikondisikan agar benar-benar menyerupai UN untuk melatih,” pungkasnya.***
|