Pemkot tak Alokasikan Dana Ujian Sekolah Tahun 20112011-02-05 19:43:51
SAMARINDA, DPRD Samarinda bersama Pemkot Samarinda dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda mengelar hereng di ruang utama. Dalam pertemuan tersebut Asisten III Ridwan Tassa berencana mengalihkan alokasi dana insentif guru untuk menggelar ujian sekolah, termasuk ujicobanya. Asisten III Ridwan Tassa mengatakan anggaran kegiatan pra-ujian nasional tak masuk anggaran 2011. Insentif guru akan dibayarkan pada anggaran perubahan. Sebab waktu ujian tidak lama lagi digelar. "Kami hanya meminjam dana tersebut untuk ujian," katanya, Kamis (10/3), diruangan rapat DPRD Samarinda. Menurut dia, Pemkot Samarinda, sama sekali tak menganggarkan pelaksanaa ujian sekolah dan try out ujian nasional. Anggaran daerah Samarinda 2011 tak muncul item belanja sektor pendidikan ini. "Anggaran ujian sekolah dan try out sekolah Rp 0," ujarnya. Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Sarwono menolak usul Asisten III dan Dinas. Pengalihan anggaran bukan jalan bijak, dan memerlukan waktu. "Kami sepakat sektor pendidikan prioritas, Saya minta insentif guru tak diutak atik," kata Sarwono. Pengalihan anggaran sangat rawan bermasalah hukum. Sarwono meminta tak berharap pada anggaran perubahan. Apalagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah belum menerima draft perubahan. Sarwono mengungkapkan pemerintah kota Samarinda masih menunggak pembayaran dua periode di tahun 2010 kepada guru. Di sisi lain, Ujian Nasioanl Samarinda bakal diikuti lebih dari 30 ribu siswa di semua tingkatan. Tingkat SD lebih 12 ribu siswa, tingkat SMP lebih 11 ribu siswa, dan peserta ujian tingkat SMA/SMK mencapai 9.800.Untuk persiapan ujian, Dinas Pendidikan perlu dana Rp 1,012 miliar untuk tingkat SD dan Rp 1,1 miliar untuk tingkat lain. "Dalam hal ini jelas Pemkot merala lalai tentang pendidikan yang ada di Samarinda, " jatanya. Selain membahan tentang ujian Nasional juga membahas tentang dana Bosda. Dalam Bulan ini dana Bosda akan diselesaikan oleh Pemkot Samarinda. aon
|