95 Persen Gepeng dan Anjal Bukan Warga Kaltim2011-02-05 20:08:09
SAMARINDA,Maraknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan (Anjal) di Samarinda, ternyata 95 persen bukan warga Kalimantan Timur (Kaltim) "Hal itu diketahuinya sesuai dengan hasil laporan Dinas Sosial Kota amarinda dan seluruh peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Sosial se Kaltim belum lama ini di Samarinda. Jadi mereka seluruhnya berasal dari luar daerah. Bahkan, ternyata mereka dikoordinir,” jelas Kepala Dinas Sosial Kaltim Bere Ali ketika ditemui di sela-sela kegiatan Forum Diskusi Bulanan SPS Cabang Kaltim di Setprov Kaltim, Kamis (10/3) kemarin. Selain itu, lanjutnya, Dinas Sosial juga akan mengidentifikasi bahwa gepeng dan anjal itu yang ada motifnya bukan karena mereka susah di rumahnya dan tidak bisa makan, tetapi kebanyakan mencari pendapatan lebih, yakni motif ekonomi. “Jadi, tidak ada satu pun yang kita telusuri, rumahnya yang sudah reyot, dia tidak bisa cari makan, ternyata tidak ada itu,” jelasnya. Sementara itu, untuk mengenai data jumlah seluruh para anjal dan gepeng tersebut, Dinas Sosial menilai cukup dinamis. Sebab, jika saat ini di data sebanyak 100 orang se Kaltim, tapi jika didata bulan depan bisa berubah, yakni bisa saja tidak sampai 100 orang. “Karena mobilitas mereka sangat tinggi. Karena kita ketahui 90 persen mereka itu bukan orang asli Kaltim. Saya tahu persis terhadap masyarakat Kaltim. Dimana, masyarakat Kaltim memiliki budaya malu cukup besar. Jadi, mereka malu untuk meminta-minta,” tegasnya. Sedangkan mengenai kategori gepeng dan anjal yang dimaksud di Kaltim, Bere Ali mengatakan, gepeng merupakan gelandangan dan pengemis, terutama anak jalanan yang meminta-minta. “Secara jujur, untuk di Kaltim, gepeng dan anjal asal daerah ini tidak ada. Jadi, yang ada itu, orang yang sengaja dipelihara untuk berjualan di tempat-tempat umum atau mengemis, terutama yang kebanyakan ditemukan di simpang-simpang empat. Karenanya, di Kaltim sendiri tidak ada gelandangan pengemis yang ramai di Jakarta itu, seperti di bawah-bawah kolong jembatan. Jadi, di Kaltim hanya pengemis saja yang ada,” timpalnya. Selain itu, Bere Ali menegaskan bahwa 2009-2010 lalu, persentase gelandangan pengemis di Kaltim tidak ada peningkatan. Sebab, mereka yang sering terjaring razia adalah orang yang itu-itu saja. mar
|