Prihatin Remaja Pengguna Narkoba2011-02-07 15:04:54
TANJUNG REDEB, Wakil Bupati Berau, Ahmad Rifai mengatakan, banyaknya remaja yang terjerumus akibat Narkoba perlu jadi perhatian bersama. Bukan hanya orang tua, tapi juga lingkungan sekolah serta pemerintah daerah terlebih aparat kepolisian. “Ini tanggung jawab kita bersama,” ungkap Rifai saat menengok blok tahanan anak-anak di Rutan Tanjung Redeb, Jumat (11/3) lalu. Wabup sempat menanyakan kasus narkoba yang dilakukan salah seorang anak dalam blok ketika mereka sedang kerja bakti membersihkan blok mereka. Tak tanggung-tanggung, shabu-shabu jawab anak itu. Mendapat jawaban itu, Rifai tersenyum getir lalu geleng-geleng. “Kalau kita analisa, faktor lingkungan dan pergaulan yang dominan dalam menyeret anak-anak ini, makanya perlu menjadi perhatian serius orang tua dan guru di sekolah agar bisa menjaga generasi kita ini,” sambung Rifai yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau ini. Sebagai Ketua BNK Berau, dijelaskkan,sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga. Instansi pemerintah, seperti halnya BNK, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja dan keluarga. Berau sebagai Kabupaten dengan akses terbuka, sangat memungkinkan masuknya Narkoba secara besar. Untuk itu, salah satu hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat, khususnya orang tua adalah melindungi, mengawasi dan mendidik moral anak-anaknya agar terhindar dari jerat Narkoba. “Berau terbuka dari akses udara,darat dan laut, ini juga tingkat kesulitan juga untuk melakukan pengawasan,” ungkap Rifai lagi. Sebelumnya saat meninjau progres pembangunan kantor imigrrasi Berau jalan Mangga II, saat ditanya penyelarasan beroperasinya imigrasi Berau dengan kemungkinan masuknya narkoba lebih besar ke Berau, Rifai tidak terlalu mengkhawatirkan hal ini., Akses lainnya seperti jalur laut menurutnya yang lebih patut diwaspadai. Meski demikian, kasus penyalahgunaan Narkoba di Berau dinilai masih stagnan oleh BNK Berau, seperti disampaikan Rifai. Saat melihat ruang tahanan bagi anak-anak di Rutan, Wabup menyebutkan, sudah saatnya disediakan ruagnya khusus untuk anak-anak dengan fasilitas yang memadai. Karena dijelaskan, hukuman bagi anak-anak ini lebih pada pola pembinaan. Namun melihat keterbatasan lahan yang ada, perlu ada penyiapan lahan khusus untuk pembangunan itu. Sehingga, area tahanan bagi anak-anak tidak dalam satu wilayah dengan tahanan dewasa yang notabene diisi oleh banyak Napi kriminal murni.
|