Kincir Angin Tak Pengaruhi PLTSEnam Kecamatan Lainnya Sudah Diusulkan
2011-02-08 04:19:27
TANJUNG REDEB, Kincir Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung Tanjung Harapan Kecamatan Maratua kini tak berfungsi, warga khawatir dapat mempengaruhi kualitas listrik. Namun menurut Kabid Ketenaga Listrikan dan Migas, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau Drs Syahmardan MM hal itu tidak mempengaruhi PLTS. Sebab kincir angin itu hanya sebagai pelengkap PLTS, tenaga yang dibutuhkan seutuhnya PLTS tersebut mengandalkan cahaya matahari atau cahaya bulan. Sehingga PLTS yang ada disana tetap menghasilkan 10 Kilo Watt Hower (KWH), dan masing – masing rumah yang mendapat bangtuan PLTS tersebut tetap menghasilkan listrik 450 Watt. “ Jadi bukan matahari saja yang bisa mengisi batrey PLTS itu, cahaya bulan pun juga bisa, yan penting cahayanya terang,” ujarnya. Dijelaskan nya, tidak berfungsinya kincir PLTS itu bukan berarti rusak, tetapi kincir itu tergantung dengan kecepaan angin. Jika musim angin kencang, kincir angin itu akan berputar, tetapi kalau kondisi angin melemah, kincir angin itu tidak berfungsi. “Kalau boleh jujur, proyek itu proyek pusat. Kita ini tinggal memakainya, dan hanya membantu mensosialisasikan saja, pada saat proyek belum dimulai,” katanya. Kendati begitu, pihaknya tetap memberikan perhatian terhadap PLTS tersebut, sebab PLTS itu untuk kepentingan masyarakat. Saat ini yang mendapatkan bantuan PLTS tersebut 100 rumah, sementara 100 rumah lainnya di Kampung Tanjung Harapan masih diusulkan. Termasuk warga Muara Bohe Bukut 200 rumah, Muara Bohoy Silian 190 rumah, Muara Payung – Payung 140 rumah dan Teluk Alulu 125 rumah. Selain itu, Distamben juga mengusulkan enam Kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Sambaliung, Tabalar, Kelay, Segah, Batu Putih dan Kecamatan Pulau Derawan. Ia berharap daerah yang belum terjangkau listrik, segera dapat menikmati listrik. “Semua ini sudah kami usulkan pada Tahun 2009 ke Dirjen Listrik, sekarang kita tinggal realisasinya saja,” ujarnya. roz
|