Masyarakat Diimbau Jangan Memberi

Maraknya Gepeng dan Anjal di Kaltim

2011-02-08  04:31:12

SAMARINDA, Maraknya anak jalanan (Anjal) dan Gelandangan Pengemis (Gepeng) di Kaltim, bahkan angkanya mencapai 100-an orang membuat Pemprov Kaltim mengajak masyarakat Kaltim agar tidak memberi sumbangan di jalan. Sebab, diketahui para Gepeng dan Anjal kerab melakukan aktivitasnya di ruas-ruas jalan, tepatnya yang berada di masing-masing simpang empat. Terutama yang banyak terlihat di Ibukota Provinsi, di Samarinda.
Demikian Kepala Dinas (Kadis) Sosial Pemprov Kaltim H Bere Ali ketika ditemui belum lama ini di Setprov Kaltim.
Dikatakannya, dengan hasil mengemis atau pendapatan di jalan cukuplah besar, ternyata para Anjal dan Gepeng mampu menghasilkan Rp 1,8 juta perhari. Hal itu, kata Bere Ali diketahuinya saat melakukan pemantauan pada saat bulan Ramadhan tahun lalu.
“Hal ini, saya pikir mengalahi pendapatan wartawan. Tapi, mengapa, dari Rp 1,8 juta itu yang mereka ambil hanya Rp 40 ribu dan sisanya dipegang koordinator. Jadi, masalahnya begitu. Karenanya, kami mengimbau, bagi masyarakat, jangan memberi di jalan,” ujar Bere Ali ketika ditemui di Setprov Kaltim baru-baru ini.
Jadi, dikatakannya, motif para Anjal dan Gepeng tersebut semua adalah ekonomi. Contohnya yang berada di Masjid Raya Samarinda. Diketahui, lanjutnya, Gepeng tersebut tinggal di Palaran. Bahkan, hebatnya lagi mereka memiliki rumah pintuan yang disewakan.
“Itu semua dibangunnya dari hasil pendapatan meminta-minta. Jadi, itu wajib di tindaklanjuti. Oleh karena itu, saran kita adalah jangan memberi di jalan. Sebab, jika masih ada yang memberi di jalan, maka kita akan terkesulitan untuk membina mereka baik di ruang lingkup keluarga maupun panti asuhan. Termasuk memulangkan mereka ke daerah asal,” jelasnya.
Menurutnya, awalnya mereka harus pulang dengan uang sendiri, ternyata terbalik, kini mereka pulang dibiayai dengan uang pemerintah. Tentunya, ini akan membuat mereka senang.
“Tapi, dengan tindakan tersebut, ternyata dua minggu kemudian mereka datang lagi. Ini yang membuat Pemerintah Daerah sulit memulangkan mereka. Sebab, mereka merasa mudah mendapatkan uang di daerah ini,” timpalnya.
Selain itu, mengenai angka persentase peningkatan perkembangan Anjal dan Gepeng di Kaltim, menurut Bere Ali tidak ada peningkatan. Hanya saja, mobilitasnya yang tinggi. “Terbanyak di Samarinda. Sedangkan untuk jumlah Anjal dan Gepeng di Kaltim yang kami ketahui masih berkisar 100-an orang. Mudah-mudahan dengan dikampanyekan tidak memberi uang kepada Anjal dan Gepeng di jalan-jalan dapat mengurangi jumlah Anjal dan Gepeng di Kaltim,” pungkasnya.         

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

R A B U
R A B U
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1230 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...