Perpusda Kaltim Raih ISO SMM2011-02-08 04:36:39
SAMARINDA, Untuk meningkatkan pelayanan mutu terhadap pengunjung perpustakaan. Akhirnya, Badan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Kaltim kembali meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 yang diterbitkan lembaga sertifikasi TUV Nord Indonesia. Sertifikasi ISO tersebut diterima Perpusda Kaltim setelah melalui proses audit yang cukup ketat dari lembaga sertifikasi asal Jerman itu. Sejumlah kriteria telah dipenuhi, di antaranya evaluasi pengolahan bahan pustaka, pelayanan sirkulasi, pelayanan promosi dan edukasi anggota, pelayanan pencarian informasi, pelayanan pusat akses langsung, dan manajemen tata usaha. Sertifikat ISO 9001:2008 diberikan oleh Direktur TUV Nord Indonesia, I Putu Maharta Adijadnja kepada Kepala Badan Perpustakaan Daerah Kaltim Syafruddin Pernyata di Ruang Serbaguna Perpustakaan Utama Badan Perpusda Kaltim Jalan Ir H Juanda, Samarinda, Senin (13/3). Sementara itu, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan sangat bangga atas salah satu usaha Badan Perpusda Kaltim hingga mampu meraih sertifikasi ISO tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM). Ia menyebut, perpustakaan adalah kunci meraih kesuksesan bagi masyarakat yang cerdas dan berkualitas. Hanya saja, untuk meraih hal itu tentu tidaklah mudah. Sebab, perlu adanya pembangunan yang meningkat, guna meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat ke depan. “Terutama dalam menghadapi persaingan-persaingan global yang hingga saat ini kian meningkat dan sangat berat. Hal inilah yang harus dipersiapkan sedini mungkin. Karena di sini dapat dilihat bagaimana kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kita ke depan,” ujar Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak usai menghadiri penyerahan sertifikasi ISO SMM 9001:2008 yang diraih Perpusda Kaltim, Senin (14/3). Oleh karena itu, Awang menyebut, Pemprov Kaltim sangat mendukung baik seperti perpustakaan provinsi ini maupun di kabupaten/kota, kecamatan-kecamatan dan di satuan kerja. Bahkan, jika perlu ada juga di tingkat kelurahan-kelurahan. Harapannya, di tempat-tempat pelayanan umum di mana saja harus ada warnet untuk membaca. “Dengan begitu, tentunya hal ini harus kita tumbuh kembangkan,” timpalnya. Karenanya, lanjut Awang, dengan mendapatkan ISO SMM diharapkan pelayanan Perpusda Kaltim dapat lebih baik ke depannya dan sedianya dapat ditingkatkan dan dipertahankan lagi. Apalagi, sebelumnya Perpusda Kaltim juga telah mendapatkan sertifikasi pelayanan publik yang baik dari ISO 2001 lalu. “Saya kira itu sebagai ukuran tingkat keberhasilan, yang mewujudkan pelayanan terbaik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Badan Perpusda Kaltim H Syafruddin Pernyata mengatakan memang benar kata Pak Gubernur bahwa untuk meraih pelayanan mutu di instansi tersebut, relatif lebih mudah dari pada mempertahankannya. “Jadi, yang perlu diingat adalah, ISO bagi kami bukanlah tujuan. Tapi, sesuai pernyataan Pak Gubernur, ISO itu adalah suatu alat, dalam hal ini konsumen. Di mana perpustakaan itu fungsinya melayani masyarakat untuk meraih kecerdasan. Baik mau pinjam buku atau mau mencari referensi dari dunia maya, tentunya harus kita layani dengan baik,” timpalnya. Karena itu, untuk mewujudkan pelayanan yang baik, maka harus ada sistem yang baik dan tertata. Karenanya, sistem yang baik dan terukur itu dapat diperoleh dari ISO tersebut. “Jadi, ISO tersebut membuat kita nyaman dalam melakukan pelayanan pada pelanggan, yakni mereka yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah ini,” pungkasnya.mar
|