Distamben dan BLHD Harus Bertanggungjawab

CV Sulistia Loa Kulu Harus Ditutup

2011-02-08  04:54:42

TENGGARONG, Longsor lahan akibat operasi tambang batu bara CV Sulistia di RT 1 Rapak Nyamuk Kecamatan Loa Kulu Kota, Minggu (13/3) malam sekitar pukul 21.00 Wita, menyebabkan empat rumah warga ambruk, kemudian memutus jalan penghubung antar desa di wilayah tersebut, membuat berang anggota DPRD Kukar.
”Ini kejadian yang cukup parah yang merusak rumah warga dan membuat ratusan meter jalan penghubung antar desa di wilayah itu rusak parah. CV Sulistia layak untuk ditutup,” kata Hery Prasetyo anggota Komisi I DPRD Kukar, kepada Poskota Kaltim, Senin (14/3) kemarin siang.
Menurut Heri, operasinya tambang CV Sulistia terlalu dekat dengan pemukiman warta setempat sehingga sangatlah rawan terjadi longsor, dan ini tentunya sangatlah merugikan masyarakat dna pemerintah, apalagi diketahui jalan penghubung antar desa dalam keadaan rusak akibat operasinya tambang milik CV Sulistia.
“Ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Kemana saja Distamben dan BLHD selama ini, dengan melakukan pembiaran terhadap keberadaan perusahaan tersebut. Kalau sudah terjadi kerusakan baru kalang kabut,” ujar Hery.
Hery juga menganggap, bahwa Distamben dan BLHD Kukar juga bertanggungjawab dengan atas peristiwa tersebut.”Ini menjadi pelajara, agar Distamben dan BLHD tidak bekerja hanya dibalik meja saja, namun harus melakukan pengecekan di lapangan apakah lahan yang akan digarap tambang tersebut sudah sesuai syarat dan mekanisme serta masalah AMDALnya,” papar Hery.
Musibah tersebut memang tidak menimbulkan korban nyawa, namun 3 kepala keluarga dengan 14 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda termasuk dua unit sepeda motor yang ikut terkubur tanah yang amblas.
Kejadian yang meninggalkan lubang besar berbentuk kawah sekitar luasan 1 hektar lebih  tersebut juga membuat jalan terputus sekitar 200 meter, termasuk sawah yang hampir panen serta usaha pembibitan ikan dengan ribuan bibit ikan juga ikut terkubur.
Menurut pengakuan warga dan korban yang tertimpa musibah, kejadian itu sangat mendadak, tidak ada tanda-tanda sebelumnya, seperti gerakan tanah sebelum kejadian atau lain sebagainya. Mereka mengaku tiba-tiba saja tanah amblas dan rumah ikut ambruk. awi/yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

R A B U
R A B U
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1230 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...