Bupati Bakal Bekukan Aktifitas CV SulsitiaRita: Pembekuan Harus Sesuai Aturan
2011-02-08 18:20:57
TENGGARONG, Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengatakan akan membekukan aktifitas CV Sulistia yang melakukan penambangan batu bara di sekitar pemukiman warga di RT 1 Rapak Nyamuk Kecamatan Loa Kulu. Aktifitas penambangan tersebut diduga kuat sebagai penyebab amblasnya jalan sepanjang 200 an meter serta empat unit rumah warga beserta harta bendanya pada Minggu (13/3) malam lalu. Namun bupati menjelaskan, dia tidak bisa serta merta membekukan izin CV Sulistia, karena untuk pemberlakukan pembekuan tersebut ada aturannya dan harus melalui pembuktian dengan kajian di lapangan. "Kalau memang terbukti, maka saya selaku bupati akan membekukan aktifitas CV Sulistia," tegas bupati ditemui saat mendampingi Gubernur Kaltim meninjau lokasi lahan demplot Penas KTNA di Desa Perjiwa Tenggarong Seberang, Selasa (14/3). Untuk itu, bupati mengatakan pihak instansi terkait, yakni Dinas Pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup akan turun lapangan guna melakukan pembuktian. Sesuai aturan, tim pengkaji lapangan mesti dapat membuktikan bahwa aktifitas penambangan CV Sulistia memang benar terbukti melakukan kesalahan, sehingga hasil kajian tersebut dapat dijadikan alasan pembekuan. Dikatakan juga, memang royalti dari produksi batu bara sangat diharapkan daerah, tapi tentunya harus tetap memperhatikan lingkungan. Seperti diberitakan kemarin, empat unit rumah warga di RT 1 Rapak Nyamuk Kecamatan Loa Kulu Kota, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (13/3) malam ambruk bersama amblasnya tanah beberapa meter ke bawah. Musibah yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita tersebut memang tidak menimbulkan korban nyawa, namun 3 kepala keluarga dengan 14 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda termasuk dua unit sepeda motor yang ikut terkubur tanah yang amblas. Kejadian yang meninggalkan lubang besar berbentuk kawah sekitar luasan 1 hektar lebih tersebut juga membuat jalan terputus sekitar 200 meter, termasuk sawah yang hampir panen serta usaha pembibitan ikan dengan ribuan bibit ikan juga ikut terkubur. Menurut warga dan korban yang tertimpa musibah, kejadian itu sangat mendadak, tidak ada tanda-tanda sebelumnya, seperti gerakan tanah sebelum kejadian atau lain sebagainya. Mereka mengaku tiba-tiba saja tanah amblas dan rumah ikut ambruk. Dikatakan, memang kebetulan hari itu hujan turun cukup lebat mulai sore hingga malam hari, namun warga menduga keras bahwa amblasnya tanah tersebut lebih dikarenakan aktivitas tambang batu bara oleh CV Sulistia yang memang memang hanya berjarak beberapa meter dari jalan dan rumah warga. yd
|