Kadiscapilduk Bantah Stafnya Tidak Akurat2011-02-08 18:26:08
TANJUNG REDEB, Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Berau, Muchlis Dahrie menyayangkan kecolongannya Discapilduk terhadap munculnya penerbitan KTP yang dinilai cacat dan sempat diterbitkan dimedia cetak. Hal itu, sebut Muchlis pada dasarnya perlu klarifikasi terhadap dinas yang dipimpinnya. Terlebih mengenai Nomor Induk Kependudukan (NIK), hal itu tidak bisa disalahkan kepada Capilduk. “Karena NIK itu permanen adanya, artinya meskipun mereka baru di Berau mereka tetap punya NIk dari daerah asalnya,” jelasnya. Selain itu, jika dilakukan saat pengurusan di Capilduk, tentunya akan terdeteksi. Dijelaskan, saat kepindahan warga disatu daerah, ketika telah memiliki NIK, maka NIK tersebut akan dihapus dari data kependudukan setempat, namun akan tetap berlaku di seluruh Indonesia. Untuk itu dalam memaksimalkan operasional penerapan administrasi kependudukan di Berau, Dinas catatan sipil dan kependudukan (Discapilduk) Berau berdayakan seluruh komponen terkait hingga tingkat terendah. Ketua RT menjadi ujung tombak utama dilapangan untuk memberikan akses data akurat. Untuk itu penegasan Kadiscapilduk Berau Drs Muchlis Dahrie agar RT pro aktif mendata setiap warga baik datang maupun keluar. “Saat ini kita mulai fokus pada antisipasi pendatang yang terus masuk ke Berau,” ungkap Muchlis. Mengingat eksodus kecil-kecilan yang terus terjadi di Berau menurutnya perlu diantisipasi dengan pendataan akurat, sebab tidak mungkin hal itu harus selalu dibebankan kepada pendataan dari Discapilduk. Tiap tahun angka kedatang penduduk baru di Berau mengalami trend peningkata yang signifikan, Tahun 2010 saja terdapat lebih 3000 kepala keluarga yang masuk. “itupun hanya yang melapor, sementara perkiraan kami masih banyak yang belum melapor, nah ini yang kita harapkan menjadi target ketua RT yang ada,” tegas Muchlis. as
|